Tebing Longsor Bertambah

  • Bagikan
Tebing longsor di Sungai Ciherang bertambah menjadi 2 titik. Hal ini membuat ancaman banjir bandang di Kecamatan Wanareja, Cilacap kian bersar. (doc)

CILACAP – Tebing longsor yang ada di atas Sungai Ciherang Desa Limbangan Kecamatan Wanareja, Cilacap bertambah 1 lagi. Lokasi longsor ini kian mendekati embung Curug Bandung yang ada di bawahnya.

Kepala Desa Limbangan Kecamatan Wanareja, Harsono mengatakan, tambahan titik tebing longsor ini mulai terjadi sejak Rabu (3/11/2021).

“Kemarin (rabu) muncul titik baru dan dekat dengan embung,” katanya, Kamis (4/11/2021).

Dia menambahkan, titik longsor baru ini menambah potensi banjir bandang di aliran Sungai Ciherang. Apalagi dengan intensitas hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Hujan deras ini akan mengakibatkan longsor susulan dan menambah volume tanah di aliran sungai dan semuanya berkumpul di kolam embung.

“Sekarang saja embung sudah penuh lumpur,” kata dia.

Harsono meningat, banjir bandang pernah terjadi pada 1979 lalu. Penyebabnya sama, yakni diawali dengan tebing longsor menutup pemukiman dan menyumbat sungai. Hujan deras berikutnya membuat material longsor terbawa ke hilir dan mengakibatkan ratusan rumah tergenang.

“Longsor juga mengakibatkan 24 orang meninggal dunia. Saya ingat dulu ikut mengevakuasi para korban. Mayoritas luka parah akibat tertimpun tanah atau tertimpa pepohonan yang terbawa longsor,” tegasnya.

Banjir bandang mengancam perkampungan warga Desa Limbangan Kecamatan Wanareja, Cilacap. Penyebabnya karena tebing di aliran Sungai Ciherang, ambruk dan menutupi aliran air sungai tersebut pada Senin (1/11/2021).

Sampai Kamis (4/11/2021), material tanah longsor masih tetap bergerak aktif dan menambah volume yang menutup aliran sungai tersebut. (*)

  • Bagikan