CILACAP – Tiap kali Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Malabar di Kabupaten Cilacap terbakar, maka umur fasilitas itu akan bertambah. Karena sampah yang terbakar secara otomatis mengurangi volume.
Umur TPA Malabar di Cilacap, kemungkinan tidak akan lebih dari 15 tahun. Ini dengan memperhitungkan volume sampah yang masuk mencapai kurang lebih 25 ton sampah tiap hari. Sementara luas lahan TPA Malabar mencapai 2,6 ha.
Kepala UPT Pengelolaan Sampah Wilayah Barat di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap, Slamet Santosa, umur TPA Malabar bisa saja bertambah. Syaratnya adalah terjadi kebakaran di lokasi tersebut.
Dia memastikan, kebakaran akan selalu terjadi saat musim kemarau. Karena suhu panas dan sampah mengering, plus adanya gas metana, membuat tumpukan sampah organik mudah sekali terbakar. Kebakaran di TPA Malabar terakhir kali terjadi pada 2023 lalu dan tepat terjadi saat kemarau panjang.
“Kalau terbakar, umurnya bisa lebih lama karena volume sampah berkurang,” kata dia.
“Beda kalau semua normal, umur TPA Malabar di (Kecamatan Wanareja, Cilacap) paling antara 10 hingga 15 tahun,” kata dia.
Dia mengatakan, biasa selalu ada kebakaran di TPA Malabar. Tapi sering kali kobaran api sangat kecil dan akan padam dengan sendirinya.
Namun kejadian pada 2023, ternyata sangat besar hingga memaksa petugas TPA meminta bantuan Damkar Cilacap. Api baru pada setelah petugas bekerja keras dengan menerjunkan 1 unit mobil pemadam.
TPA Malabar di Cilacap ini, termasuk ideal karena berada jauh dari pemukiman warga. Juga lokasinya berupa tanah miring dan di bagian ujung ada aliran sungai kecil. Selain itu, lokasinya juga berada di tepi jalan kabupaten hingga memudahkan manuver kendaraan pengangkut sampah untuk keluar ataupun masuk. (*)






