Sport  

Timnas Menang Atas Bahrain, Kluivert Bilang Seharusnya Lebih Banyak Gol

Seluruh pemain Timnas foto bersama Presiden Prabowo usai menang atas Bahrain. Pelatih Timnas Patrick Kluivert mengatakan, seharusnya lebih banyak gol tercipta di laga tersebut. (doc/instagram @prabowo)

JAKARTA – Timnas Indonesia berhasi menang atas Bahrain pada lanjutan Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia di ronde 3 grup C. Laga pada Selasa (25/3/2025) berakhir dengan skor 1 – 0 untuk timnas berkat gol semata wayang dari Ole Romeny.

Gol ini tercipta di menit 23 babak pertama. Berawal dari keberhasilan Jay Idzes memotong umpan pemain Bahrain. Bola dia berikan kepada Joey Pelupessy yang hanya sekali sentuh langsung mengoper ke Thom Haye.

Pemain berjuluk Professor ini mengirim umpan jauh, setelah melihat pergerakan cepat Marselino di flank kanan. Pergerakan pemain Oxford United ini lepas dari kawalan bek Bahrain. Dengan kontrol kaki kanan, Marselino meluncurkan bola ke tengah dan disambut Ole Romeny hingga lahir gol kemenangan Timnas Indonesia.

Hasil akhir yang membuat timnas Indonesia menang atas Bahrain, membuat semua pemain dan pelatih merasa gembira. Hal ini tak lepas dari hasil negatif di Sydney yang membawa pengaruh negatif ke timnas.

Menurut Patrick Kluivert, Timnas Indonesia menang atas Bahrain dengan gol lebih banyak. Ini dengan melihat peluang gol yang tercipta sepanjang laga. Salah satunya peluang milik Marselino Ferdinan di awal babak kedua. Dia terlambat menyambut umpan silang Kevin Diks hingga bola justru keluar lapangan.

Lalu pada menit 66, Marselino kembali mendapatkan peluang. Sayang, bola justru melambung jauh di atas gawang.

Atau, umpan Ricky Kambuaya yang gagal dimaksimalkan oleh Elliano Reijnders yang tinggal berhadapan dengan penjaga gawang Bahrain.

“Pertama, kita harus gembira dengan hasil hari ini dan kita memang pantas menang,” ujar Patrick Kluivert usai laga.

“Dengan peluang yang tercipta, seharusnya lebih banyak gol lagi,” kata Kluivert.

Namun dia menyadari, laga ini juga jadi beban tersendiri usai kelalahan telak dari Australia. Hal ini membuat suasana tim tidaklah mudah.

“Tapi yang paling penting adalah “comeback” di depan pendukung sendiri,” tegasnya. (*)