JAKARTA – Timnas U17 sudah gagal jadi juara di Piala Asia U17 setelah kalah telak dari Korea Utara dengan skor 0 – 6. Meski begitu, skuad Garuda Muda mendapatkan setidaknya 3 hal positif yang akan membuat Evandra Florasta dkk, bisa lebih berkembang lagi. Hingga mereka siap untuk tampil maksimal di Piala Dunia U17 di Qatar.
Langkah gemilang Timnas U17 di penyisihan grup, terhenti di babak gugur usai kalah telak dari Korea Utara. Evandra Florasta dkk, harus tertunduk lesu usai Korea Utara menyarangkan 6 gol tanpa balas.
Di babak penyisihan grup, Timnas U17 tampil gemilang dengan sapu bersih. Laga pertama, menang 1 – 0 atas Korea Selatan. Lalu mengkandaskan Yaman dengan skor 4 – 1. Dan terakhir, menang atas Afghanistan dengan skor 2 – 0.
Setelah kalah di babak perempat final dari Korea Utara, Garuda Muda harus angkat koper dari Arab Saudi. Timnas U17 gagal jadi juara di Piala Asia, tapi tetap lolos ke Piala Dunia U17.
Pundit sepak bola, Justinus Lhaksana melihat masih ada 3 hal positif dari Timnas U17 meski gagal jadi juara di Piala Asia.
“Masih ada hal positif, karena kita masih dalam persiapan ke piala dunia,” kata Justin di kanal youtube pribadinya.
Dia menjelaskan, nilai positif pertama adalah pemain muda dapat pengalaman luar biasa. Karena bermain di level Asia, tentu berbeda jauh dengan level di Liga Indonesia atau Elit Pro Academy (EPA).
Kedua, pemain bisa paham dengan strategi yang berbeda jauh. Seperti saat lawan Korea Selatan dan Korea Utara yang memaksa Garuda Muda harus bertahan habis-habisan. Lalu bermain menyerang saat berjumpa Yaman. Juga perubahan strategi dengan masuknya pemain cadangan kala bertemu Afghanistan.
“Dari 4 laga ini, pemain paham akan strategi bermain bertahan, atau lebih terbuka dengan menyerang,” katanya.
“Ini penting untuk kita bawa ke sana (Piala Dunia),” kata dia.
Pembenahan Timnas U17
Ketiga yakni pelatih bisa lebih mengevaluasi pemain dan sistem ataupun strategi yang tepat. Para pelatih ini akan mempersiapkan tim ini berdasarkan 4 laga di Piala Asia U17 kemarin.
“Pelatih bisa lihat sisi mana yang diperbaiki dari 4 laga tersebut. Seperti sistim, pemilihan pemain hingga lainnya. Harus ada yang berubah biar kita bisa survive di Piala Dunia, yang levelnya sudah pasti di atas Piala Asia,” tegasnya.
Dia mengatakan, Indonesia memang bukan negara langganan Piala Asia ataupun Piala Dunia. Namun saat ini, Timnas sudah berada di level Asia. Terbukti dalam beberapa tahun terakhir, timnas senior maupun junior selalu masuk Piala Asia melalui jalur kualifikasi.
“Kita memang bukan top di Asia. Tapi sedang menuju ke sana,” kata dia.
Dia berharap agar pemain Timnas U17 tidak dicemooh usai gagal di Piala Asia.
“Pemain ini tidak perlu dicemooh karena mereka masih bisa berkembang,” katanya. (*)






