News  

TNI AL Luruskan Sejarah Kapal Perang RI Gadjah Mada yang Tenggelam di Laut Cirebon

Foto Kapal Perang RI Gadjah Mada. TNI AL meluruskan foto dan sejarah Kapal Perang RI Gadjah Mada, dengan melakukan penyelaman di laut Cirebon. (doc/instagram @dinas_sejarah_angkatan_laut)

CIREBON – Keberadaan Kapal Perang RI Gadjah Mada, sempat ada kesalahan akibat beredarnya foto kapal tersebut. Dalam foto yang beredar di dunia maya, ada angka 608 di lambung kapal. Fakta yang sebenarnya, foto tersebut bukanlah Kapal Gadjah Mada.

Ini berkat penemuan terbaru dari TNI AL yang melakukan Historical Diver oleh Dinas Sejarah TNI Angkatan Laut. Agenda tersebut mulai pada 9 Januari 2025 di sekitar perairan Cirebon.

“Kegiatan ini juga merupakan salah satu upaya Disjarahal dalam penelusuran dan pelestarian rekam jejak sejarah peran TNI Angkatan Laut dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia,” bunyi siaran TNI AL di akun instagram @dinas_sejarah_angkatan_laut.

Berdasarkan catatan yang ada, Kapal Perang RI Gadjah Mada tenggelam setelah melakukan pertempuran penuh historik meski berakhir dengan “sad ending”.

Tepatnya 5 Januari 1947, terjadi pertempuran laut antara kapal tersebut dengan Kapal Korvet Belanda Hr. Ms. Morotai yang berusaha memasuki wilayah laut RI. Kapal Gadjah Mada berhasil menghalaunya.

Kemudian, Belanda mendatangkan kapal tipe perusak torpedo, Hr. Ms. Kortenaer. Kapal Belanda ini menyerang dengan menembakkan meriam secara bertubi-tubi hingga akhirnya RI Gadjah Mada tenggelam bersama Komandan-nya, Kapten Laut Anumerta Samadikun.

Dari hasil penyelaman, personil TNI AL mendapati fakta-fakta yang memastikan foto di media sosial kurang tepat.

Pertama dengan melihat ciri dari nomor lambung 406. Yang benar adalah kapal ini ada tulisan GM, seperti dalam foto milik Dinas Sejarah TNI AL.

Lalu ada ciri khas lain yakni hanya ada satu garis pisang-pisang di lambung kapal. Juga tidak ada objek lubang jendela di bagian. Demikian juga dengan perbedaan tinggi geladak di bagian haluan.

Penyelam TNI AL juga menemukan, banyaknya lubang palka di bangkai kapal tersebut, layaknya kapal dagang. Perlu diketahui, Kapal Perang RI Gadjah Mada merupakan kapal barang yang ditambah senjata untuk menjadi kapal perang. (*)