CILACAP – TPA di Desa Malabar Kecamatan Wanareja, ideal untuk jadi Tempat Pengolahan Sampat Terpadu (TPST) RDF. Tempat ini memenuhi sejumlah syarat. Salah satunya adalah lokasi yang ada di pegunungan.
Pj Bupati Cilacap, Yunita Dyah Suminar mengatakan, TPA di Wanareja ini ideal untuk jadi RDF. Hingga nantinya masalah sampah di wilayah tersebut akan lebih bisa tertangani secara maksimal. Dan sekaligus membawa manfaat karena hasil produksi RDF ada nilai jual.
Saat ini, sudah ada Tempat Pengolahan Sampah Terpadu RDF di kawasan TPA Tritih Lor, Cilacap. Namun Pj Bupati menilai masih sangat mungkin ada penambahan 2 sarana serupa di wilayah barat Kabupaten Cilacap. Meski yang haya 1 dan paling mendekati ideal untuk jadi RDF.
“Karena Cilacap sangat luas. Kalau bisa ada seperti ini lagi di Sidareja, Majenang atau Wanareja,” katanya.
Dia lalu menilai kalau TPA Malabar di Kecamatan Wanareja lebih ideal jadi RDF. Pertama karena lokasinya di pegunungan. Selian itu, lokasinya juga dekat dengan areal hutan dan relatif jauh dari perkampungan warga.
“Yang mungkin lebih ideal (jadi RDF) adalah (TPA Malabar) Wanareja,” katanya.
Menurutnya, RDF di Cilacap berpotensi lebih dikembangkan lagi. Ini karena kapasitas RDF di Tritih sudah mencapai 150 ton per hari. Sementara belum semua sampah bisa tertangani dengan pola serupa. Faktor lain adalah keterlibatan masyarakat melalui bank sampah.
“Cilacap sudah ada 209 bank sampah,” katanya.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Cilacap sudah ada kerja sama dengan PT SBI untuk memanfaatkan RDF hasil dari pengolahan sampah tersebut.
“Harganya Rp 300 ribu per ton. Ini sebuah peluang, sekaligus sampah lebih ramah lingkungan,” tegasnya. (*)






