Trauma Healing, Polresta Cilacap Ajak Anak Pengungsi Longsor Bermain di Balai Desa Cibeunying

Petugas Polresta Cilacap saat memberikan trauma healing bagi anak dan para pengungsi yang bertahan di balai Desa Cibeunying, Minggu (16/11/2025) malam. Tim ini mobile dan akan terus memberikan trauma healing kepada pengungsi dan keluarga korban longsor di Desa Cibeunying Kecamatan Majenang, Cilacap. (bercahayanews.com)

CILACAP – Petugas Polresta Cilacap, mencoba menenangkan kondisi psiskologis anak dan para pengungsi korban tanah longsor yang bertahan di balai Desa Cibeunying Kecamatan Majenang, Cilacap, Minggu (16/11/2025) malam. Caranya dengan penguatan mental melalui trauma healing.

Dalam momen ini, 6 petugas Biro SDM Polda Jawa Tengah dan 3 dari Polresta Cilacap, mengajak sejumlah anak dan pengungsi untuk bermain di balai Desa Cibeunying. Seperti permainan kata dan tangan atau saling melempar kata berangkai.

Cara ini sederhana ini ternyata membawa manfaat besar. Banyak dari anak pengungsi di balai Desa Cibeunying ini bisa tertawa lepas. Ini memberikan harapan, kalau mereka bisa melupakan trauma akibat kejadian longsor pada Kamis (11/11/2025) malam lalu.

Kapolresta Cilacap, Kombes Pol Budi Adhy Buono mengatakan, tim trauma healing juga mengajak seluruh pengungsi untuk terlibat.

“Untuk yang dewasa kita memberikan sharing, komunikasi, membangkitkan kembali semangat, motivasi untuk mau beraktivitas kembali. Mau melakukan hal-hal yang sudah menjadi kebiasaan setiap harinya,” katanya.

Dia menyebut, jumlah pengungsi korban longsor di balai Desa Cibeunying sebanyak 49 warga dan ada 15 anak kecil. Sisanya sebanyak 34 orang berstatus dewasa.

Dia berharap, trauma healing untuk anak dan para pengungsi korban longsor yang bertahan di balai Desa Cibeunying bisa memberi dampak positif. Dan tim trauma healing ini akan bertugas selama masih ada pengungsian.

Sebelumnya, tim ini juga mengajak keluarga korban untuk tidak memaksakan diri ke lokasi pencarian.

“Kemarin tim sempat bertemu keluarga korban yang mau naik ke lokasi. Kami ajak bicara dan mengimbau jangan ke sana. Karena nanti bahayanya bagi masyarakat kalau sana. Takutnya ada bencana susulan,” tegas Kapolresta. (*)