Wajib Prokes Selama PTM Terbatas

  • Bagikan
prokes siswa
Siswa pulang sekolah dengan tetap menggenakan masker. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap tetap menerapkan prokes selama PTM. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bagi siswa SD, SMP dan SMA di Kabupaten Cilacap, wajib menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes). Hal ini untuk menghindari penyebaran Covid19 di kalangan siswa ataupun lingkungan sekolah.

Kewajiban penerapan prokes tersebut mulai dari pengadaan tempat kedatangan dan penjemputan siswa. Demikian juga dengan cuci tangan, pengukuran dan pencatatan suhu tubuh anak hingga pembatasan jumlah siswa dalam ruangan. Termasuk penggunaan masker bagi seluruh orang di tiap sekolah.

Penerapan prokes dalam pembelajaran tatap muka ini, bercermin pada pelaksanaan Penilaian Tengah Semester (PTS), awal hingga pertengahan September 2021. Selama kegiatan tersebut, peserta didik dan lingkungan sekolah harus wajib menerapkan prokes.

“Prokes saat PTM ini sama dengan PTS lalu,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, Sadmoko Danardono.

Dia menjelaskan, selama PTS lalu tidak ada kasus baru yang membuat anak atau guru terpapar Covid19. Ini terjadi karena kepatuhan seluruh siswa, guru dan staf pendidik untuk menerapkan prokes secara ketat.

PTM ini masih dalam kerangka terbatas karena status kedaruratan Kabupaten Cilacap masih level 3. Hingga penerapan prokes harus tetap dijalankan.

Selain itu, dinas belum bisa serta merta menerapkan pembatasan sebanyak 50 persen bagi siswa SMP. Dinas justru memperketat dengan jumlah siswa maksimal 33 persen di tiap ruang belajar.

“Kita tidak ingin terburu-buru sambil terus berharap Cilacap bisa turun ke level 2,” kata dia.

Beberapa siswa mengungkapkan kalau mereka sudah mulai membiasakan diri dengan prokes dalam berbagai aktifitas. Baik saat berada di lingkungan sekolah maupun tempat lainnya. Salah satunya adalah penggunaan masker tiap kali hendak keluar rumah.

“Sudah mulai terbiasa pakai masker. Kalau mau keluar ga pakai masker rasanya malu,” ujar Arini Dwi Nasti. (*)

  • Bagikan