BEKASI – Wakil Presiden (wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka meminta BPNB untuk fokus pada masalah kesehatan dan logistik permakanan bagi pengungsi korban banjir di Bekasi. Hal ini sangat penting karena keduanya menjadi hal mendesak dan sulit dipenuhi pengungsi secara mandiri.
Banjir di Kabupaten dan Kota Bekasi, mulai surut dan menyisakan tumpukan lumpur tebal. Puncak banjir terjadi pada Selasa (4/3/2025) dan Rabu (5/3/2025). Namun banjir belum sepenuhnya pergi, karena hanya bergeser ke wilayah hilir. Ini memaksa warga harus berjuang ekstra sambil bertahan dari terjangan banjir.
Banjir sempat membuat Kota Bekasi lumpuh karena menggenangi banyak fasilitas umum. Mulai dari sekolah, RSUD Bekasi, jalan protokol hingga komplek perumahan. Fasilitas umum lainnya seperti lapangan Stadion Patriot, mall dan sejumlah tempat ibadah. Banjir juga merusak infrastruktur seperti jalan dan jembatan yang putus total.
Banjir di wilayah Kota Bekasi ini, debit sangat tinggi dan sampai atap rumah warga. Warga lalu bertahan di lantai 2, atau di atap rumah. Sementara lantai dasar sudah tergenang air sepenuhnya.
Perum Pondok Gede Permai Bekasi merupakan salah satu titik evakuasi terbesar dalam musibah banjir. Wilayah tersebut tergenang banjir dengan ketinggian air mencapai 3 meter. Tempat ini juga menjadi tujuan Wapres Gibran saat melakukan peninjaun pasca banjir Bekasi.
Wapres Gibran menyebut, BNPB harus fokus pada masalah kesehatan dan kebutuhan makanan para pengungsi. Ini karena mayoritas warga tengah menjalani ibadah puasa Ramadan.
“Di tengah bulan Ramadan, kebutuhan makanan dan layanan kesehatan bagi pengungsi harus benar-benar diperhatikan. Kita harus pastikan agar pemerintah bekerja bahu-membahu agar bantuan tepat sasaran dan pemulihan berjalan cepat. Terima kasih kepada BNPB, Basarnas, Kementerian Sosial, serta semua pihak yang bergerak bersama dalam tanggap darurat ini,” ujar Wapres di akun instagram pribadinya. (*)






