News  

Warga Temukan Gamelan Batu di Desa Salebu Majenang Cilacap

Sejumlah gamelan batu berada di kantor Desa Salebu. Warga menemukan gamelan batu di salah satu sungai di Desa Salebu dan mampu menghasilkan suara dengan nada tertentu. (bercahayanews.com)

CILACAP – Baru-baru ini, sejumlah warga Desa Salebu Kecamatan Majenang, Cilacap. menemukan gamelan batu di aliran sungai kecil. Disebut gamelan batu, karena mampu menghasilkan suara mirip gamelan pada umumnya dan terbuat dari material logam. Warga pertama kali menemukannya pada Sabtu, 20 Desember 2025.

Semula, hanya ada beberapa batu yang mereka temukan. Namun setelah menelusuri sungai kecil hingga ke arah hulu, warga makin banyak menemukan batu tersebut. Hingga akhirnya, setidaknya ada 3 set batu gamelan dengan tangga nada sendro pelog.

Sejak pertama kali menemukan batu, warga langsung menghubungi perangkat desa setempat. Dan kini, seluruh batu tersebut tersimpan di kantor desa setempat.

Kepala Desa Salebu, Agus Fauzi menyebutkan, batu ini sekarang tersimpan di kantor desa. Pihaknya sudah menyusun rencana agar ada tempat tersendiri untuk menyimpannya.

“Akan kita siapkan satu ruangan untuk menyimpan temuan ini. Bisa saja untuk ruang pamer,” katanya.

Dia mengatakan, temuan batu gamelan di Desa Salebu, bisa menambah khasanah geologi dan kepurbakalaan di sana. Karena di Desa Salebu sejak lama sudah ada situs geologi Gunung Padang. Juga ada komplek makam kuna Ki Hajar Sakti, yang ada di sisi barat Gunung Padang.

“Ini bisa menambah kekayaan khasanah dan aset desa,” kata dia.

Dia berharap agar batu gamelan di Desa Salebu ini bisa menjadi magnet bagi warga setempat. Dan saat ini, sejumlah warga mulai berlatih memainkannya.

“Kalau memang sudah bisa memainkan dan ada langgam khusus, bisa kita pentaskan saat hari jadi desa atau hari khusus lainnya,” kata Agus.

Bukti Peradaban Tinggi

Kanjeng Gusti Pangeran Harya (KGPH) Ndaru Kusumo yang terlibat sejak awal penemuan, mengaku batu gamelan ini menjadi bukti tersendiri. Salah satunya adalah tingginya budaya Desa Salebu.

“Ini bukti kalau peradaban Desa Salebu sudah tinggi,” katanya.

Selain itu, tekhnologi masyarakat Salebu pada masa lalu juga sudah mumpuni. Ini dengan suara gamelan batu yang tetap terjaga meski sudah lama terpendam. Hal ini membuktikan warga Salebu sudah bisa memilah batu berkualitas dan cocok untuk dijadikan gamelan.

“Batu ini sudah berapa lama terpendam. Tapi begitu dipukul, suaranya tidak berubah, nadanya juga tetap sama,” katanya yakin.

Dia berharap, agar warisan ini bisa dipelihara bersama. Sekaligus menjadi wahana belajar akan sejarah, budaya dan peradaban masa lalu dan bisa diwariskan kepada generasi penerus.

“Anak-anak bisa belajar memainkan gamelan batu. Dan bisa kita sampaikan ke mereka, kalau tidak gampang menemukan atau membuat gamelan batu, karena di zaman itu belum ada alat pelacak kandungan logam di batu,” tegasnya. (*)