News  

1 Pemudik Meninggal. Selama Arus Mudik dan Balik

Petugas tengah mengatur lalu lintas saat arus balik. Selama arus mudik dan balik, 1 pemudik meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Polresta Cilacap mencatat ada 1 orang pemudik yang meninggal akibat kecelakaan selama arus mudik dan balik Lebaran 1444 H atau 2023. Korban mengalami kecelakaan hebat hingga kemudian tidak tertolong. Selain itu, petugas mencatat ada 18 orang luka ringan. Sementara jumlah kecelakaan mencapai 30 kejadian di sejumlah lokasi.

Kasat Lantas Polresta Cilacap, Kompol Nunung Faemadi menjelaskan, mayoritas kecelakaan selama arus mudik dan balik itu, lebih banyak melibatkan warga lokal. Data tersebut dari hari pertama petugas menjalankan Operasi Ketupat Candi sampai dengan Sabtu (29/4/2023).

“Dari data kita kemarin sudah di post di media, selama arus mudik dan balik ada 18 kejadian yang melibatkan warga lokal. Satu orang meninggal dunia dan 30 luka ringan,” kata Kasat.

Untuk menekan angka kecelakaan selama arus mudik dan balik, petugas melakukan sejumlah upaya yang bersifat preventif. Seperti melakukan patroli secara berkala di berbagai tempat. Selain itu, memperbanyak rambu-rambu peringatan di daerah rawan.

Seperti daerah rawan kecelakaan, rawan longsor dan titik keramaian lainnya. Tujuannya jelas, agar rambu ini memudahkan pengendara untuk lebih waspada. Terutama bagi pemudik yang jarang melintas di wilayah Cilacap.

“Jalur rawan sudah ada tambahan rambu peringatan. Sehingga mengedukasi atau menghimbau pengguna jalan,
khususnya yang tidak sering melintas di wilayah kita,” terangnya.

Dia menambahkan, puncak arus balik gelombang ke 2 memang tetap terjadi. Namun intensitas dan jumlah kendaraan sudah jauh menurun dibandingkan puncak arus balik gelombang pertama.

Demikian dengan kepadatan pengunjung di lokasi wisata. Puncak pengunjung wisata terjadi pada H+1 dan H+2. Sementara pada akhir pekan, yakni antara Sabtu (29/4/2023) dan Minggu (30/4/2023), jumlah pengunjung sudah menurun drastis.

“Masih ada, tapi ya itu. Sangat berkurang. Puncaknya kemarin pas H+1 dan H+2,” tegasnya. (*)