News  

108 Keluarga Mengungsi Akibat Banjir di Cilacap

Warga Cilacap terpaksa menggunakan perahu dari pohon pisang menghindari banjir. Memasuki hari ke 7, banjir di Cilacap memaksa 108 keluarga mengungsi. (doc)

CILACAP – Memasuki hari ke 7, banjir di Kabupaten Cilacap sudah memaksa 108 keluarga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Mereka memanfaatkan kantor desa atau fasilitas umum lainnya. Selain itu, BPBD Kabupaten Cilacap juga mempersiapkan tempat lain untuk mengantisipasi adanya pengungsi tambahan.

Banjir di Kabupaten Cilacap melanda 3 kecamatan yakni Kroya, Nusawungu dan Sampang. Banjir ini berawal dari hujan deras sejak Senin (14/3/2022) malam sampai menjelang Selasa (15/3/2022) dini hari.

Dan pada Kamis (17/3/2022), hujan deras kembali turun dan mengakibatkan banjir susulan. Akibatnya, Kecamatan Nusawungu, Kroya, Sampang, Jeruklegi, Bantarsari, Gandrungmangu dan Sidareja tergenang. Hanya saja, banjir di 4 keamatan terakhir berlangsung singkat.

Sementara di Kecamatan Nusawungu, Kroya dan Sampang, banjir masih terus terjadi dan mengakibatkan 108 keluarga terpaksa mengungsi.

Data dari BPBD Kabupaten Cilacap pada Minggu (20/3/2022) menyebutkan, banjir sampai dengan hari ke 7 masih ada di 3 kecamatan. Masing-masing adalah Nusawungu, Sampang dan Kroya. Banjir ini memaksa 108 keluarga terpaksa mengungsi ke tempat aman.

Di Kecamatan Nusawungu, banjir menggenangi 8 desa. Sementara Kroya dan Sampang masing-masing banjir terjadi di 2 desa.

Kepala BPBD Kabupaten Cilacap, Wijonardi mengatakan, intensitas hujan tinggi ini mengakibatkan banjir susulan genangi rumah warga karena genangan kembali naik.

“Hujan (Kamis) semalam lebih intensitasnya lebih tinggi. Kemarin genangan sempat turun tapi sekarang naik lagi,” kata dia.

Dia mengakui, banjir susulan dan genangi rumah warga di sana juga terpengaruh adanya kiriman air dari Kabupaten Banyumas. Wilayah tetangga Cilacap ini yang juga mengalami hujan deras. Akibatnya, Sungai Kali Ijo kembali meluap dan menggenangi sisi timur Kabupaten Cilacap.

Pasca banjir terjadi, BPBD bersama pihak terkait melakukan upaya bersama. Termasuk mengirimkan bahan makanan dan mendirikan dapur umum di 2 lokasi berbeda. Penanganan ini terus dilakukan sampai banjir ini benar-benar surut.

“Penanganan akan terus kita lakukan sampai selesai,” tegasnya. (*)