CILACAP – 146 rumah rusak sebagai dampak angin kencang yang terjadi di Cilacap pada Minggu (9/10/2022) dan Senin (10/10/2022). Bencana ini melanda 5 kecamatan secara bergantian.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap menyebutkan, wilayah terdampak angin kencang ada di Kecamatan Patimuan, Gandrungmangu, Sidareja, Kedungreja dan Bantarsari.
Kecamatan Kedungreja mengalami kerusakan paling hebat karena bencana alam ini melanda 5 desa dan merusak 84 rumah rusak. Di sana, petugas mencatat ada 1 rumah roboh dan 5 rusak berat.
Peristiwa angin kencang ini sempat terekam warga Kecamatan Sidareja yang tengah berada di arena pameran. Dalam video amatir itu memperlihatkan hujan dan angin kencang bertiup di lokasi pameran. Beberapa detik kemudian, terlihat sambaran petir disertai guntur yang sangat keras.
Sang perekam nampak langsung mengarahkan kamera ke bawah, seolah tengah mencari perlindungan. Juga ada suara teriakan dari orang di sekitar.
Kepala BPBD Kabupaten Cilacap, Wijonardi mengatakan, dampak bencana tersebut mengakibatkan kerugian material saja. Total kerugian tersebut ini mencapai Rp 280 juta lebih.
“Hasil pendataan kami, kerugian yang menjadi dampak bencana angin kencang pada Minggu dan Senin mencapai Rp 280.950.000,” ujarnya, Selasa (11/10/2022).
Dia mengatakan, perbaikan rumah yang rusak ringan sudah sepenuhnya selesai. Para pemilik rumah melakukan perbaikan dengan bantuan tetangga dan aparat setempat. Total ada 108 rumah rusak ringan. Sementara rumah rusak dan roboh, masih membutuhkan bantuan dari berbagai pihak.
“Kebutuhan mendesak berupa bahan bangunan untuk perbaikan rumah rusak roboh dan berat,” katanya. (*)






