News  

15 Pengedar Narkoba Ngandang

Petugas Polres Cilacap amankan 15 pengedar narkoba. Seluruh pelaku merupakan warga Cilacap. (narisakti/bercahayanews.com)

CILACAP – 15 pengedar narkoba jenis sabu dan obat psikotropika harus ngandang setelah terjaring operasi petugas Polres Cilacap. Mereka kini harus berada di ruang tahanan untuk proses lebih lanjut.

Penangkapan 15 pengedar narkoba oleh petugas, juga dilengkapi dengan penyitaan barang bukti. Dari ke 15 orang pengedar ini, petugas mengamankan 30,5 gram sabu-sabu dan 145 butir obat psikotropika berbagai jenis. Para pengedar atau kurir ini tertangkap dalam kesempatan dan tempat berbeda.

Wakapolres Cilacap, Kompol Suryo Wibowo SIK mengatakan, 10 orang pengedar narkoba tertangkap saat operasi rutin selama 6 bulan terakhir. Dan salah satu dari mereka tertangkap karena mengedarkan obat terlarang.

Sisanya, yakni 5 orang tertangkap saat petugas menggelar Operasi Bersinar Candi 2022 pada Februari lalu. Petugas berhasil membekuk 5 tersangka dari 4 kasus berbeda.

“Penangkapan terjadi dalam rentang waktu berbeda dan tempat berbeda,” kata Wakapolres saat menggelar jumpa pers di halaman belakang Mapolres Cilacap, Selasa (8/3/2022).

Dia menambahkan, selian menyita barang bukti berupa bahan narkotika dan obat psiktropika, petugas juga mengamankan sejumlah sepeda motor. Demikian juga dengan alat komunikasi berupa telepon genggam.

Dia memastikan, seluruh pengedar narkoba ini merupakan warga Kabupaten Cilacap. Mereka tertangkap di berbagai lokasi, seperti tempat umum, rumah kos dan lainnya. Semua ini berkat penyidikan dan penyelidikan petugas Polres Cilacap.

“Semuanya warga Cilacap. Ada yang karyawan swasta dan juga buruh,” kata dia.

Para tersangka ini terancam hukuman badan antara 5 sampai 20 tahun penjara. Petugas menggunakan Undang Undang nomor 36 tahun 2009 tentang Psikotropika untuk pengedar kasus obat-obatan. Ancaman hukumannya adalah kurungan selama 5 tahun.

Sementara para pengedar sabu-sabu, terancam hukuman minimal 5 tahun sesuai dengan Undang Undang nomor 5 tahun 1997 tentang narkotika. (*)