CILACAP – Dua pekan jelang lebaran, harga cabai dan komoditas sembako lainnya, justru mengalami penurunan. Ini terjadi karena maraknya pasar murah yang memaksa harga turun drastis.
Seperti harga cabai dan telor ayam. Jelang lebarang ini, harga kedua komoditas di Pasar Majenang, Cilacap justru mengalami penurunan.
Pada 15 Maret 2025, harga cabai merah besar adalah Rp65 ribu per kg. Sementara pada Senin (17/3/2025), harganya menjadi Rp50 ribu per kg, atau turun Rp10 ribu. Demikian juga dengan harga telur ayam yang turun dari Rp30 ribu menjadi Rp27 ribu per kg.
Sementara komoditas gula, minyak dan lainnya, terpantau masih stabil. Demikian juga dengan beras yang tidak banyak berubah.
Kepala Pasar Majenang, Taswa mengakui, saat ini harga sembako masih tergolong stabil meski jelang lebaran dan tinggal 2 pekan lagi.
“Ini biasa terjadi terutama pada harga cabai yang memang selalu berubah. Pedagang kadang mengeluh karena perubahannya sangat cepat,” kata dia.
Dia memperkirakan, harga sembako akan merangkak naik pas 1 pekan jelang lebaran. Ini akan terjadi pada pekan depan. Di momen inilah, warga akan lebih banyak belanja berbagai kebutuhan. Hal ini membuat harga naik.
Dan kenaikan ini, juga terdorong oleh berkurangnya pasokan. Karena biasanya, suplyer sembako akan mengurangi aktifitas pengiriman barang mendekat lebaran.
“Jelang lebarang, harga pasti naik. Dan pemasok kian jarang yang ngirim barang, hingga hukum pasar terjadi,” tegasnya.
Saat ini, kenaikan tersebut sudah terlihat pada komoditas bawang merah. Harganya kini naik menjadi Rp50 ribu per kg. Sebelum puasa, harganya memang sempat jatuh. (*)






