2 Rumah Warga Siluman Rusak Tertimpa Pohon Petai

  • Bagikan
Perbaikan rumah warga Dusun Siluman Desa Sadahayu Kecamatan Majenang, Cilacap. Ada 2 rumah warga setempat rusak karena tertimpa pohon, Jumat (24/9/2021). (doc)

CILACAP – 2 rumah milik warga Dusun Siluman, rusak ringan akibat tertimpa pohon petai. Bencana ini terjadi saat hujan deras mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Cilacap. Ke 2 rumah warga ini rusak di bagian dapur.

Peristiwa bermula saat hujan deras terjadi pada Jumat (24/9/2021) siang hingga menjelang petang. Sekitar pukul 17.00, angin kencang menumbangkan pohon petai dan merusak rumah milik Sanem dan Yativera, warga RT 03 RW 03 Dusun Siluman Desa Sadahayu Kecamatan Majenang, Cilacap.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Wijonardi mengatakan, kedua rumah warga ini mengalami rusak ringan.

“Rusak ringan karena tertimpa pohon tumbang,” kata dia, Sabtu (25/9/2021).

Dia menambahkan, rumah rusak pada bagian dapur dengan nilai kerugian sekitar Rp 1 juta. Ini dengan menghitung konstruksi rumah dan bangunan yang masih semi permanen.

Menurutnya, petugas BPBD pertama kali mendapatkan laporan tersebut melalui perangkat desa atas laporan dari warga. Usai kejadian warga langsung melakukan upaya penyelamatan dan membersihkan puing-puing bangunan. Mereka juga memangkas pohon tumbang tersebut.

Kerja bakti mulai paca kejadian hingga Sabtu. BPBD bersama warga memperbaiki kerusakan di kedua rumah tersebut hingga selesai. Petugas juga memberikan bantuan berupa atap agar bisa segera terpasang menggantikan konstruksi genteng yang sudah ambruk sebelumnya.

“Warga langsung kerja bakti bersama petugas kita,” kata dia.

BPBD memastikan tidak ada korban jiwa karena peristiwa tersebut. Juga tidak ada keluarga yang mengungsi karena bagian utama rumah masih bisa utuh.

“Tidak ada korban jiwa,” tegasnya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini adanya ancaman hujan deras pada Jumat. Selain itu, sejak akhir musim kemarau sudah mengingatkan ancaman bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.

Ini terkait adanya kemungkinan hujan deras karena faktor La Nina dan anomali cuaca selama masa pancaroba. La Nina dan anomali cuaca ini mengakibatkan potensi hujan deras di wilayah pulau Jawa dan Sumatera. (*)

  • Bagikan