30 Kasus Kebakaran di Cilacap Januari-Mei, Kerugian Mencapai Rp791.300.000

  • Bagikan
Petugas Damkar Cilacap mendata ada 30 kejadian kebakaran selama Januari-Mei. (doc)

Cilacap – Angka kasus kebakaran di Kabupaten Cilacap sejak awal Januari hingga Mei ini mencapai 29 kali. Kebakaran yang terjadi pada pemukiman, dan didominasi akibat adanya arus pendek atau korsleting listrik.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran di Satpol PP Cilacap Supriyadi mengatakan jika secara rinci kasus kebakaran sejak Januari hingga Mei ini mengalami peningkatan.

Dimana pada Januari terdapat lima kasus kebakaran pada pemukiman, pada Februari dua kasus kebakaran pemukiman. Selanjutnya bulan Maret ada enam kasus kebakaran baik itu pemukiman dan juga kebakaran pohon.  

Bulan April ada sebanyak tujuh kali kasus kebakaran pemukiman, satu diantaranya kebakaran pohon akibat petir. Serta bulan Mei hingga 17 Mei ada sebanyak sembilan kasus kebakaran.

“Penyebabnya didominasi korsleting listrik, ada juga yang karena kompor gas, lilin, petir, tungku api, putung rokok, dan obat nyamuk,” ujarnya.

Dari jumlah kasus tersebut, ada dua orang menjadi korban jiwa. Pertama kejadian kebakaran yang terjadi di Jalan Kelurahan Sidakaya Kecamatan Cilacap Selatan yang diakibatkan karena lilin. Menyebabkan Maria Angelica yang sudah tua dan kesusahan berjalan terjebak, dan meninggal dunia.

Kejadian selanjutnya kebakaran yang terjadi di Kesugihan Kecamatan Kesugihan yang diakibatkan karena putung rokok. Kudrat menjadi korban dalam kebakaran yang terjadi.

“Total kerugian yang diperkirakan terjadi akibat kebakaran yang terjadi mencapai Rp 791.300.000,” katanya.

Kasus kebakaran terakhir terjadi pada 17 Mei 2021, yang menimpa Pabrik Kayu Mitra Desa Cimalati, Kecamatan Wanareja.

Kebakaran terjadi akibat adanya gesekan yang terjadi pada mesin pootong kayu, yang mengeluarkan percikan api, dan sampai ke penampungan serbuk, sehingga terjadi kebakaran.

Akibatnya membuat silo penampungan sebuk kayu ukuran 6×8 meter dan isinya habis terbakar skeitar 50 persen. Kerugian mencapai Rp5 juta. 

Tingginya kasus kebakaran akibat korsleting listrik ini, pihaknya meminta masyarakat untuk lebih waspada dan lebih paham mitigasi kebencanaan serta paham pencegahannya.

Selain itu, warga juga diharapkan memiliki nomor layanan pemadam kebakaran untuk segera melaporkan kebakaran jika terjadi. Sehingga ada respon cepat dalam penanganan kebakaran.

Selain menangani kebakaran, Petugas Damkar Cilacap juga melakukan 80 kali evakuasi hewan liar berbahaya selama Januari hingga 19 Mei 2021.

Penyelamatan hewan liar berbahaya ini didominasi dengan evakuasi sarang lebah di rumah warga, 77 kali dan 3 kali evakuasi ular.(*)

  • Bagikan