News  

36 Korban Ledakan SMAN 72 Membaik dan Bisa Pulang

Korban ledakan di SMAN 72 Jakarta mulai membaik dan ada 36 siswa yang sudah pulang. (doc)

JAKARTA – Perkembangan kondisi korban ledakan SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, terus mengalami perubahan. Hingga Sabtu (8/11/2025) pukul 10.30 WIB, total 65 orang harus menjalani perawatan medis di sejumlah rumah sakit.

Berdasarkan data dari posko pelayanan di RSIJ Cempaka Putih, sebanyak 29 korban masih menjalani perawatan. Sementara 36 korban hanya mengalami luka ringan hingga tidak harus menjalani rawat inap dan mereka bisa pulang.

Rinciannya, di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih terdapat 14 pasien rawat inap dan 29 pasien telah pulang. Rumah sakit ini sempat merawat 43 pasien. Di Rumah Sakit Yarsi, 14 pasien masih menjalani perawatan dan 1 pasien telah pulang. Sedangkan di Rumah Sakit Pertamina Jaya tersisa 1 pasien rawat inap dan 6 pasien sudah pulang.

Dengan pembaruan data ini, sebagian besar korban ledakan SMAN 72 kini sudah meninggalkan rumah sakit. Tim medis terus memantau kondisi pasien yang masih dirawat agar pemulihan mereka berjalan optimal.

Peristiwa ledakan di SMAN 72 terjadi pada Jumat (7/11/2025) saat salat Jumat berlangsung di area masjid sekolah. Ledakan yang terdengar dua kali itu menyebabkan puluhan siswa mengalami luka-luka.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Polisi masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan mendalam di lokasi kejadian.

Listyo menegaskan tidak ada korban meninggal dunia akibat ledakan SMAN 72 Jakarta. Namun begitu, dia menyebut masih ada yang harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Selain itu dia menyebut, polisi sudah mengidentifikasi terduga pelaku. Petugas juga tengah mendalami latar belakang, lingkungan tempat tinggal, serta motif di balik aksinya.

“Terduga pelaku sudah kami identifikasi. Anggota sedang mendalami identitas, lingkungan, dan tempat tinggal pelaku. Termasuk sejumlah hal lain yang berkaitan dengan kejadian ini,” kata Listyo. (*)