CILACAP – Siswa yang berpacaran perlu mendapatkan perhatian serius. Ini mengingat aktifitas berpacaran merupakan salah satu efek negatif dari pola komunikasi siswa dengan lingkungan. Apalagi jika komunikasi ini menggunakan gawai dan sejenisnya.
Termasuk komunikasi melalui dunia maya yang sudah lazim sarana siswa berhubungan dengan orang lain. Karena keberadaan alat ini, tentu saja ada efek positif dan negatif. Dan efek negatif ini yang harus menjadi perhatian siswa.
Hal ini terungkap dalam seminar bertema “Hati-hati Mengenal Hati, Merintis Hati dengan Komunikasi dalam Arus Globalisasi”. Seminar ini mengajarkan siswa untuk tetap berhati-hati dalam menjalin komunikasi jika tidak ingin terjebak dalam hal negatif. Tepatnya aktifitas berpacaran di kalangan siswa.
Seminar ini menghadirkan 2 dosen STAI Sufyan Tsauri sebagai narasumber. Keduanya memberikan gambaran dan memaparkan komunikasi dari berbagai sisi.
Masing-masing adalah Pipit Muliyah MPd dan Sri Mulyani, SPsi MPdI. Dalam pemaparannya, keduanya memebdah materi dan doktrin mengenai dunia pengenalan diri dan komunikasi. Serta ancaman dan bahaya yang mengintip siswa berpacaran dari pandangan Islam.
Ketua KKN STAI Sufyan Tsauri Kelompok 5, Supar mengatakan, banyak efek negatif yang perlu mendapatkan perhatian. Salah satunya adalah aktifitas berpacaran di kalangan anak sekolah.
“Salah satu efek negatifnya kan pacaran,” kata dia.
Dia berharap, seminar ini bisa menjadi sumber referensi bagi siswa dalam menjalin komunikasi. Hingga mereka paham akan bahaya dan ancaman yang bisa saja muncul akibat adanya efek negatif.
“Ini menjadi langkah preventif dalam menangani maraknya siswa berpacaran,” kata dia.
Koordinator Seminar, Siti Khasmunah berharap siwwa tidak mentah-mentah dalam menelan informasi. Mereka juga harus mampu menyadari potensi diri, posisi dan mampu berkomunikasi dengan baik.
“Jadi anak-anak benar-benar paham dan sadar diri, sadar posisi dan sadar dalam berkomunikasi,” tegasnya. (*)






