News  

Banjir di Brebes Meluas, Pemprov Jateng Turun Tangan

Penjabat Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana saat meninjau banjir di Brebes. Memasuki hari ke dua, banjir di Brebes kian meluas. (doc)

BREBES – Banjir di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah kian meluas saat memasuki hari ke 2. Ketinggian air antara 20 hingga 80 cm di sejumlah titik. Banjir ini telah menggenangi 5.011 rumah dan merusak fasilitas publik, termasuk putusnya sebuah jembatan di Desa Karangjongkeng, Kecamatan Tonjong.

Rumah warga terdampak berada di berbagai kecamatan, termasuk Jatibarang, Songgom, dan Tonjong. Selain itu, sekitar 95 hektare lahan pertanian dan 33 sekolah turut terdampak.

Tercatat 300 warga harus mengungsi dan bertahan di Balai Desa Krasak. Sisanya telah kembali ke rumah setelah banjir mulai surut.

Meski banjir di Brebes kian meluas, namun beberapa daerah sudah mulai membaik. Ini dengan menurunnya debit air di sejumlah lokasi.

Namun, dampak banjir yang melanda sejak Minggu (19/1/2025) ini cukup signifikan. Banjir di Brebes ini terjadi akibat luapan Sungai Pemali.

“Air mulai surut, tetapi kami terus memantau dan melakukan pembersihan bersama pemerintah daerah, TNI/Polri, dan relawan,” kata Penjabat Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana.

Ia juga menginstruksikan percepatan pemulihan agar masyarakat bisa kembali beraktivitas normal, termasuk pembukaan kembali sekolah yang terdampak.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengirimkan bantuan bagi korban bencana senilai Rp 478 juta. Bantuan tersebut mencakup makanan siap saji, beras, kasur lipat, tenda, dan selimut.

Dalam kunjungannya, Nana Sudjana, melihat kondisi pengungsi di Balai Desa Krasak, Kecamatan Brebes. Ini salah satu titik pengungsian terbesar di Brebes. Mereka masih bertahan karena banjir di Brebes kian meluas.

“Kami memastikan seluruh kebutuhan dasar pengungsi, seperti stok pangan, layanan kesehatan, dan dapur umum, terpenuhi dengan baik,” tegas Nana.

Pelaksana Tugas (Plt) BPBD Brebes, Supriyadi, menyebutkan bahwa proses pembersihan dan pemulihan sedang berlangsung di berbagai lokasi.

“Kami optimistis sekolah-sekolah yang terdampak dapat segera digunakan kembali setelah kondisi membaik,” ujarnya.

Pemerintah juga terus memantau kondisi cuaca guna mengantisipasi potensi banjir susulan. Relawan dan berbagai pihak terlibat dalam gotong royong membersihkan rumah-rumah warga yang terdampak lumpur akibat banjir. (*)