YOGYAKARTA – Orang tua sudah seharusnya bisa melalukan beberapa hal baik, saat anak-anak tengah menikmati libur sekolah bertepatan dengan puasa Ramadan. Harapannya bisa mengedukasi anak tentang makna puasa.
Pemerintah membuat libur sekolah saat puasa ramadan dan memberi siswa kesempatan berkumpul dengan keluarga. Libur sekolah saat puasa ramadan ada di ada di awal dan akhir ramadan saja.
Ini berdasarkan Surat Edaran Bersama (SEB) 3 Menteri yakni Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri. Tepatnya SEB Nomor 2 Tahun 2025; 2 Tahun 2025; 400.1/320/SJ tentang Pembelajaran di Bulan Ramadan Tahun 1446 Hijriah/2025 Masehi.
Berdasarkan aturan tersebut, siswa belajar mandiri di rumah pada 27 dan 28 Februari serta tanggal 3 hingga 5 Maret 2025. Sementara tanggal 6 sampai 25 Maret 2025, siswa masuk seperti biasa.
“Selain kegiatan pembelajaran, selama bulan Ramadan diharapkan melaksanakan kegiatan yang bermanfaat untuk meningkatkan iman dan takwa, akhlak mulia, kepemimpinan, dan kegiatan sosial yang membentuk karakter mulia dan kepribadian,” demikian bunyi surat edaran pada poin b.
Dan kegiatan selama ramadan tersebut antara lain, tadarus Alquran, pesantren kilat, kajian lainnya bagi siswa beragama Islam.
PP Muhammadiyah dalam Pesan Puasa meminta agar para orang tua bisa melakukan hal-hal baik, selama anak-anak libur puasa Ramadan.
“Puasa dalam keluarga itu bisa menguatkan ikatan dan keluarga sakinah, terutama saat libur sekolah,” ujar Ketua PP Muhammadiyah DR H Agung Danarto MAg membacakan saat membacakan Pesan Puasa PP Muhamamdiyah.
Menurutnya, orang tua harus bisa menciptakan rumah sebagai tempat paling damai bagi anak-anak mereka. Juga menjadi tempat terbaik dalam menyelesaikan tiap masalah.
Orang tua juga harus bisa memberikan mendidik anak dengan nilai-nilai kebenaran, kebaikan sekaligus contoh hidup damai di masyarakat.
“Sehingga terbangun pola kehiduopan keluarga seperti yang Nabi (Muhammad SAW) idealisasikan, yakni rumahku adalah syuargaku,” tegasnya. (*)






