News  

Musim Pancaroba, BMKG Ingatkan Ancaman Hujan Deras, Petir dan Angin Kencang

ilustrasi

JAKARTA – Musim pancaroba, atau masa peralihan mulai terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia. Saat musim seperti ini, masih ada potensi bencana berupa hujan deras dan sangat lokal. Juga sambaran petir dan angin kencang yang datang secara tiba-tiba. Tidak hanya itu, selama musim pancaroba juga kerap terjadi fenomena hujan es.

Seperti yang terjadi di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat pada 9 Februari 2025. Sejumlah warga merekam dan terlihat butiran es jatuh dengan ukuran cukup besar.

Laman bmkg.go.id menyebut, sebagian besar wilayah Indonesia sekarang sudah memasuki musim pancaroba. Ada 403 ZOM (Zona Musim) atau sekitar 57,7% dari wilayah Indonesia, mulai memasuki musim kemarau pada periode bulan April hingga Juni 2025.

Kondisi ini menunjukan, sebagian besar wilayah Indonesia sedang berada pada masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau. Nama lain dari masa peralihan yakni musim pancaroba.

“Selama periode ini, hujan umumnya terjadi pada siang hingga menjelang malam hari, didahului oleh udara hangat pada pagi hingga siang yang menyebabkan kondisi atmosfer menjadi labil,” tulis BMKG.

“Pemanasan permukaan yang kuat dapat memicu pembentukan awan-awan konvektif, terutama awan Cumulonimbus (Cb) yang berpotensi menimbulkan hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang,” ujar BMKG.

BMKG juga menyebut adanya potensi hujan es ataupun angin puting belius. Ini terjadi karena faktor pemanasan ekstrem yang memunculkan awan Cb. Jika panas sangat ekstrem, maka awan Cb akan naik sampai dan membeku karena faktor ketinggian. Hingga muncul fenomena alam berupa hujan es.

“Kondisi ini juga dapat memicu terjadinya hujan es atau angin puting beliung. Karakteristik hujan pada masa pancaroba cenderung tidak merata dan berlangsung dalam durasi yang singkat,” tegas BMKG. (*)