JAKARTA – Negeri Jiran Malaysia, sudah pasti akan gigit jari setelah permintaan impor beras dari Indonesia, mendapatkan penolakan. Saat ini, Pemerintah RI fokus untuk terus mempertahankan swasembada pangan terutama beras.
Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia, Datuk Seri Mohammad bin Sabu, berkunjung ke Indonesia. Agenda utama adalah bertemu dengan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman. Kedua menteri ini berdiskusi tentang kerja sama kedua negara di sektor pertanian pangan.
Datuk Seri Mohammad kepada media mengaku, tidak menutup kemungkinan Malaysia mengajukan permintaan impor beras ke Indonesia.
“Kita akan bincang (bahas permintaan impor beras ke Indonesia). Tapi untuk sementara belum,” kata Datuk Seri Mohammad.
Menurutnya, selama ini Malasyia banyak mengimpor kelapa, produk sayuran dan sampai dengan ikan. Hingga kerja sama kedua negara di sektor pangan ini, sangat mungkin berlanjut.
Dia menambahkan, Indonesia sudah sangat maju dalam tekhnologi pertanian. Terlihat dari produksi gabah tiap hektar yang rata-rata mencapai 6 hingga 7 ton per hektar. Bahkan ada yang bisa mencapai 12 atau 13 ton per hektar.
“Tentu tekhnologi ini perlu dibawa ke Malaysia,” katanya.
Selain itu, Malaysia juga sangat kagum dengan keberhasilan Indonesia yang mampu swasembada beras. Terlebih, jumlah penduduk Indonesia sangat banyak dan masuk 5 besar di dunia.
“Dengan (jumlah) penduduka besar, tapi bisa swasembada beras. Bahkan bisa naik ke level eksport (beras),” kata dia.
Mentan Amran Sulaiman menegaskan, pemerintah Indonesia belum bisa memenuhi permintaan impor beras dari Malaysia.
“Saya katakan untuk sementara kami menjaga stok dulu,” kata dia.
Mentan menyebut, stok beras mencapai 2,8 juta ton di dan sudah tersimpan di gudang Bulog. Kementerian berencana untuk terus menaikan stok hingga mencapai 3,3 juta ton dalam hitungan bulan.
“Ini (rekor) tertinggi dalam 10 tahun,” tegasnya. (*)






