News  

Ini Wilayah di Jawa Tengah yang Mulai Kemarau

ilustrasi AI

SEMARANG – Sejumlah daerah di Jawa Tengah, mulai memasuki musim kemarau. BMKG mencatat setidaknya ada 10 hari pertama di bulan Mei.

Hujan dengan intesitas deras masih akan terus terjadi di sejumlah lokasi di Jawa Tengah, meski sudah ada beberapa daerah yang masuk musim kemarau. Potensi hujan ini akan terjadi sampai dengan 31 Mei 2025.

Peringatan dini dari BMKG menyebutkan, kemarau sudah mulai terjadi di 12 kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Kemarau sudah terjadi sejak dasarian atau 10 hari pertama Mei.

Kepala Balai BMKG Wilayah II, Hartanto melalui surat peringatan dini menyebut, terdapat 6 ZOM (Zona Musim) di Jawa Tengah yang sudah memasuki periode musim kemarau.

Dan mayoritas wilayah di Jawa Tenah yang mulai masuk musim kemarau, berada di daerah Pantai Utara atau Pantura.

Seperti Kabupaten dan Kota Pekalongan, Kabupaten Tegal dan Pemalang. Demikian juga dengan Kabupaten Batang, Demak, Kendal dan Kota Semarang.

Wilayah lain di Jawa Tengah yang mulai masuk kemarau adalah Pati, Rembang, Blora dan Grobogan. Lalu juga daerah Blora dan sebagian kecil wilayah Sragen.

Namun demikian, kemarau di daerah lain di Jawa Tengah justru mundur. Sampai dengan akhir Mei BMKG memprediksi hujan deras masih akan terjadi. BMKG menyebut wilayah ini berada di level siaga dengan curah hujan mencapai 200 hingga 300 mm per dasarian.

Wilayah ini meliputi Kabupaten Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Pekalongan, Banjarnegara, Wonosobo dan Purworejo. Juga Kabupaten Magelang, Temanggung serta Semarang. Kondisi serupa juga terjadi di Kota Semarang dan Magelang.

Lalu ada beberapa wilayah lain yang masih ada hujan meski dengan intensitas rendah. Yakni antara 150 sampai 200 mm per dasarian. (*)