JAKARTA – Kapal nelayan KM Margi Luwih Jembar, sempat hanyut dan terombang-ambing di Laut Banda. Ini terjadi setelah ada kerusakan pada salah satu bagian kapal nelayan tersebut.
Para ABK yang ada di KM Margi Luwih Jembar, akhirnya tertolong usai Direktorat Jenderal PSDKP menangkap sinyal melalui VMS.
Insiden bermula saat kapal nelayan KM Margi Luwih Jembar pada Senin (19/05/2025) petang, mengalami kerusakan mesin sehingga hanyut oleh gelombang Laut Banda. Kapal ini terus terseret ombak hingga lost contact dengan berbagai pihak. Pemilik lalu menghubungi PSDK untuk melakukan pencarian.
Berdasarkan pemantauan VMS oleh petugas Direktorat Jenderal PSKDP KKP, ada lima kapal ada di dekat lokasi. Hinga kelima kapal ini sangat mungkin bisa memberikan pertolongan KM Margi Luwih Jembar.
Akun instagram PSDKP membagiakn video ilustrasi kejadian kapal nelayan tersebut hanyut di Laut Banda. Juga ada penjelasan singkat tentang kejadian dan proses pertolongan pertama bagi KM Margi Luwih Jembar.
“Dari lima kapal tersebut, satu kapal bisa segera melakukan pertolongan, yaitu KM. Bintang Anugerah II dengan memberikan jangkar parasit agar kapal tidak terbawa arus karena posisi kapal sangat dekat dengan karang yang ada di sebelah tenggara Wakatobi,” tulis PSDKP.
Kapten kapal KM Margi Luwih Jembar, Syubbanul Fikri menjelaskan penyebab kejadian tersebut. Saat itu, kapal nelayan tengah berada di Laut Banda dan menghadapi gelombang tinggi hingga membuat parasut jebol.
“Terjadi arus kencang hingga parasut nga kuat dan jebol,” katanya.
Kerusakan pada parasut ini, membuat kapal nelayan hanyut dan terombang-ambin di tengah Luat Banda yang ganas akibat gelombang tinggi.
Dia menambahkan, pertolongan akhirnya datang dari kapal nelayan lainnya. Hingga dia bersama seluruh ABK dan kapal dibawa ke pelabuhan terdekat. (*)






