Calon Wali Kota New York, Zohran Mamdani, mengguncang debat publik dengan visinya yang tegas: mengenakan pajak lebih tinggi kepada kalangan super kaya dan korporasi besar di kota tersebut. Ia menargetkan peralihan beban pajak dari kelas menengah ke pemilik properti elite di kawasan seperti Brooklyn dan Manhattan.
Mamdani menyampaikan rencana konkret untuk menambah pendapatan kota sebesar USD 10 miliar per tahun, dengan cara:
- Menaikkan pajak penghasilan 2% untuk warga dengan pendapatan di atas USD 1 juta.
- Meningkatkan pajak korporasi dari 7,25% menjadi 11,5%.
- Menagih tunggakan pajak dari para landlord serta memangkas pengeluaran boros.
Ia berkomitmen menggunakan dana tersebut untuk menghadirkan layanan publik seperti:
- Transportasi umum gratis.
- Layanan penitipan anak gratis.
- Pengendalian kenaikan sewa (rent freeze).
- Supermarket milik kota.
- Pembangunan perumahan rakyat dan penguatan layanan komunitas.
Mamdani juga menyerukan keadilan pajak dengan menyasar kawasan yang dihuni mayoritas warga kulit putih berpenghasilan tinggi. Ia menilai sistem pajak saat ini memberi keuntungan besar bagi kalangan elit, sementara warga pekerja terus terbebani.
Pihak pendukung menyambut baik visinya karena menilai langkah ini bisa mengurangi ketimpangan ekonomi. Sebaliknya, kalangan bisnis dan lawan politiknya memperingatkan risiko hengkangnya para investor dan pemilik modal dari New York.
Meskipun kebijakan pajak butuh persetujuan dari pemerintah negara bagian, Mamdani tetap yakin dapat mendorong perubahan besar di Kota New York.
Berita selengkapnya di: https://bercahayanews.com (*)






