Keren, Mahasiswa INSIMA Sufyan Tsauri Majenang KKN di Luar Negeri

Rektor Institut Agama Islam Sufyan Tsauri Majenang (INSIMA) Dr H Masngudi, MEI bersama Forkompincam Majenang melepas mahasiswa KKN secara simbolis, Rabu (16/7/2025). Ada 4 mahasiswa INSIMA yang KKN di luar negeri. (doc/insima)

CILACAP – 4 mahasiswa Institut Agama Islam KH Sufyan Tsauri Majenang (INSIMA), memilih melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di luar negeri. Ke 4 mahasiswa ini akan menjalani KKN selama 28 hari, mulai tanggal 23 Agustus hingga 19 September.

INSIMA KH Sufyan Tsauri melepas mahasiswa peserta KKN, Rabu (16/7/2025). Total ada 104 mahasiswa yang akan tersebar di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Peserta akan tersebar di 3 kabupaten dan 9 desa. Termasuk 4 mahasiswa INSIMA yang akan KKN di luar negeri.

Pelepasan mahasiswa KKN INSIMA ditandai dengan penyematan rompi dan tanda pengenal. Rektor bersama tamu undangan juga melepas balon dan burung merpati.

Rektor Institut Agama Islam Sufyan Tsauri Majenang, Dr H Masngudi, MEI mengatakan, 4 mahasiswa INSIMA bisa KKN di luar negeri berkat kerja sama dengan berbagai pihak. Rektorat sejak awal mempersiapkan keberangkatan 4 mahasiswa ini agar lancar selama KKN di negeri jiran.

“Kita persiapkan semuanya secara matang,” katanya.

Dia berharap agar seluruh mahasiswa peserta KKN, baik yang di Indonesia maupun di luar negeri bisa berbaur dengan masyarakat. Karena pergaulan dengan masyarakat menjadi sangat penting bagi mahasiswa saat menjalani KKN di daerah masing-masing.

“Karena KKN yang paling penting justru berbaur,” katanya.

Dia mengatakan, tahun ini INSIMA mencoba merambah lokasi KKN dengan menyeberang ke Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Harapannya, mahasiswa akan lebih banyak mengenal wilayah di tanah air dan tidak terpaku di Jawa Tengah saja.

“Tahun ini kita “nyebrang” ke Pangandaran,” kata dia.

Seluruh program KKN mahasiswa INSIMA fokus pada 4 kegiatan sesuai tema. Yakni “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengabdian Global yang Inovatif dan Berkelanjutan”. Hal tersebut sejalan dengan isu besar Kementerian Agama terkait fokus integrasi ekoteologi dalam pendidikan, penelitian dan pengadian.

Harapan Bupati kepada Mahasiswa KKN INSIMA

Camat Majenang, Aji Pramono SSTP saat membacakan pidato Bupati Cilacap meminta agar mahasiswa bisa menjaga diri. Terlebih lagi bagi mahasiswa yang KKN di luar negeri, yakni di Malaysia.

Selain itu, dia juga berharap agar peserta KKN bisa memberikan solusi yang tepat atas berbagai permasalahan yang masyarakat hadapi.

“Dan jangan lupa, melakukan komunikasi yang santun. Karena dengan komunikasi yang baik ini, maka semua program KKN bisa diterima masyarakat,” katanya.

Dia juga meminta agar mahasiswa bisa belajar dari masyarakat secara langsung. Karena banyak persoalan, kendala dan keluh kesah warga bisa menjadi pintu bagi mahasiswa mendapatkan menyusun program tertentu.

“Lalu berikan beri edukasi, bangun inovasi yang berujung pada penguatan sumber daya masyarakat, serta pemahaman agama yang makin meningkat,” tegasnya. (*)