JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memastikan, sengketa dagang antara Indonesia dengan Uni Eropa, resmi berakhir. Ini setelah penanda tanganan kerja sama kedua belah pihak di Brussel. Sebelumnya ada perundingan panjang antara delegasi Indonesia dengan Uni Eropa. Prabowo memastikan hal ini usai tiba di Tanah Air dari lawatan 15 hari ke sejumlah negara.
Prabowo memulai kunjungan ke Arab Saudi dengan menemui Putra Mahkota, MBS. Lalu melanjutkan perjalanan Brasil untuk KTT BRICS. Prabowo lalu terbang ke Benua Biru untuk bertemu dengan petinggi Uni Eropa, Raja Belgia dan menghadiri Bastille Day di Prancis.
Mengakhiri lawatan luar negeri, Presiden berkunjungan Belarus. Dalam kunjungan singkat ini, Prabowo bertemu dengan Presiden Aleksandr Lukashenko.
Prabowo menjelaskan, sengketa dagang Indonesia dengan Uni Eropa sudah berjalan 10 tahun. Hal ini membawa pengaruh terhadap realisasi impor komoditas tertentu. Termasuk komoditas tambang seperti nikel dan lainnya. Bahkan, nikel ini memperuncing sengketa dagang Indonesia setelah Uni Eropa mengajukan gugatan ke WTO.
“Setelah 10 tahun perundingan alot, akhirnya kita mencapai kesepakatan Indonesia dan Uni Eropa akan masuk ke dalam apa yang disebut CEPA (Comprehensive Economic Partnership Agreement) yang itu sama dengan Free Trade Agreement,” kata dia.
“Jadi barang-barang kita bisa masuk Uni Eropa 0 persen tarif, mereka juga. Jadi kita sangat ini lah, ada hubungan simbiosis. Mereka punya teknologi yang bagus, punya sains, punya dana keuangan. Kita punya mineral, kita punya komoditas, kita punya pasar. Jadi ini simbiosis,” ungkap Presiden.
Selain mengakhiri sengketa dagang antara Indonesia dan Uni Eropa, kunjungan Prabowo juga membawa banyak hasil. Seperti kerja sama dengan Arab Saudi dan Brasil. Demikian juga dengan negara lainnya yang dia kunjungi.
“Hasilnya produktif, Anda sendiri dengar pengumuman mereka ya, bukan pengumuman kita, pengumuman mereka. Mereka juga menilai sangat berhasil. Banyak kemajuan yang kita capai di beberapa bidang. Mereka tingkatkan investasi di Indonesia,” terangnya. (*)






