Polri Mulai Selidiki Kasus Beras Oplosan, Instruksi Langsung dari Presiden Prabowo

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan tim polri mulai selidiki kasus beras oplosan. Penyelidikan ini atas instruksi langsung Presiden Prabowo. (doc/humas polri)

JAKARTA — Kepolisian Republik Indonesia (Polri) resmi mulai selidiki kasus dugaan beredarnya beras oplosan. Langkah ini merupakan tindak lanjut atas instruksi langsung dari Presiden Prabowo.

Presiden memberikan instruksi khusus kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Jaksa Agung ST Burhanuddin. Dia meminta Polri dan Kejaksaan untuk segera selidiki kasus beras oplosan. Termasuk menindak tegas pelaku yang terlibat dalam kasus beras oplosan.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, sudah ada tim dari Polri yang bergerak untuk selidiki kasus beras oplosan. Nantinya akan ada pelaporan secara berkala oleh Satgas Pangan Polri berdasarkan penelusuran tim tersebut.

Dia menyebut, penyelidikan ini akan menyeluruh dengan melibatkan Satgas Pangan Polri. Pim Polri ini akan selidiki rantai distribusi, modus dan serta oknum yang terlibat dalam kasus beras oplosan.

“Tim sudah bergerak sejak kemarin. Nantinya akan ada rilis secara berkala dari Satgas Pangan Polri terkait perkembangan penanganan kasus ini,” ujar Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Presiden Prabowo sebelumnya menyoroti praktik curang pengoplosan beras yang oleh produsen nakal. Modusnya dengan mengemas ulang beras biasa kedalam kemasan berlabel premium dan menjualnya di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Dalam beberapa kasus, harga beras oplosan itu bisa melambung hingga Rp5.000 per kilogram di atas HET resmi.

“Ini jelas penipuan, ini tindak pidana. Saya minta Jaksa Agung dan Kapolri untuk mengusut dan menindak tegas pelakunya,” tegas Presiden dalam pernyataan resminya.

Prabowo menyebut pengoplosan beras sebagai bentuk pengkhianatan terhadap rakyat. Karena beras menyangkut kebutuhan pokok masyarakat. Ia menegaskan bahwa praktik semacam itu tidak boleh diberi ruang dalam sistem ekonomi nasional.

“Saya yakin Kapolri dan Jaksa Agung setia kepada bangsa dan rakyat. Sebelum kita dipanggil Tuhan, lebih baik kita membela kebenaran dan keadilan. Kita bela rakyat kita,” tandas Prabowo. (*)