Bisnis  

Hadiri CID-8, Mendag Busan Ajak Diaspora Dorong Peningkatan Ekspor Produk Indonesia

ilustrasi

KALTIM – Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak diaspora Indonesia mendukung peningkatan ekspor. Ia meminta diaspora menjadi importir dan promotor aktif produk dalam negeri di negara masing-masing. Selain itu, ia menekankan pentingnya peran diaspora sebagai penghubung langsung ke pasar global.

Mendag Busan menyampaikan ajakan itu dalam Congress of Indonesian Diaspora ke-8 (CID-8) di Ibu Kota Nusantara. Di sisi lain, ia menggandeng diaspora dari AS, Australia, Singapura, Taiwan, Qatar, Prancis, dan Kanada untuk bersama dorong peningkatan ekspor.

Memperluas pasar

Budi Santoso melaporkan bahwa ekspor Indonesia naik 7,7 persen dari Januari hingga Juni 2025. Oleh karena itu, ia menyebut pertumbuhan itu sebagai bukti kontribusi diaspora terhadap peningkatan ekspor nasional. Ia mencontohkan diaspora yang mengenalkan mi instan Indonesia ke India dan Nigeria. Kemudian, mereka memperluas pasar melalui relasi pribadi, dan itu memperkuat peningkatan ekspor makanan olahan ke luar negeri.

Kementerian Perdagangan mempertemukan diaspora dan UMKM lewat kegiatan business matching. Dengan demikian, mereka menargetkan kemitraan ekspor jangka panjang untuk mempercepat peningkatan ekspor produk lokal. Mendag Busan menyebut diaspora punya kekuatan jejaring, budaya, dan bahasa. Selain itu, ia mengajak diaspora memperluas akses pasar demi ekspor secara berkelanjutan.

Presiden IDN Global, Sulistyawan Wibisono, meminta pemerintah memberi ruang bagi diaspora menyampaikan aspirasi. Terlebih lagi, ia menilai kontribusi diaspora penting untuk mendorong ekspor produk UMKM.

Mendukung ekspor Indonesia ke AS

Seorang diaspora dari AS menyatakan bahwa kebijakan tarif membuka peluang baru. Meskipun demikian, ia mengusulkan penyesuaian harga dari hulu ke hilir agar mendukung ekspor Indonesia ke AS. Diaspora itu juga meminta Kemendag mempermudah proses pengiriman barang. Akibatnya, ia ingin pemerintah melibatkan diaspora dalam pengadaan barang untuk memperkuat peningkatan ekspor.

CID-8 tahun 2025 berlangsung di IKN dengan tema “Bersama Diaspora Mewujudkan IKN Menjadi Kota Dunia.” Sementara itu, forum ini menegaskan tekad diaspora memperkuat pembangunan dan ekspor nasional. IDN Global menyelenggarakan kongres diaspora setiap dua tahun. Oleh karena itu, mereka menggagas kolaborasi konkret antara diaspora dan pemerintah demi mendorong peningkatan ekspor yang lebih luas. (*)