Pengasuh Ponpes Al-Khoziny Buka Suara, Mushola Ambruk Usai Pengecoran

Mushola di Ponpes Al-Khoziny pasca ambruk pada Senin (29/9/2025). Pengasuh Ponpes Al-Khoziny buka suara terkait kejadian tragis itu. (doc/instagram)

SIDOARJO – Pengasuh Ponpes Al-Khoziny, menyebut mushola di pondok pesantren tersebut ambruk setelah proses pengecoran selesai pada Senin (29/9/2025).

Pesantren Al-Khoziny Buduran, Sidoarjo ambruk pada Senin (29/9/2025) sore sekitar pukul 15.15 WIB. Mushala yang sedang dalam proses pembangunan itu, tiba-tiba runtuh ketika ratusan santri melaksanakan salat Ashar berjamaah di dalamnya.

Usai kejadian ini, pengasuh Ponpes Al-Khoziny akhirnya buka suara. Melalui KH Raden Abdus Salam Mujib, pengasuh ini meberikan penjelasan terkait kejadian tersebut.

“Proses pengecoran siang tadi sudah selesai. Diduga struktur bangunan tidak kuat menopang beban sehingga ambruk,” kata pengasuh Ponpes Al Khoziny.

Salam menjelaskan, bangunan itu rencananya akan terdiri dari tiga lantai. Lantai pertama untuk tempat ibadah atau mushola. Sementara lantai dua dan tiga akan menjadi ruang pertemuan. Ia menegaskan renovasi sudah berjalan beberapa bulan dan tengah memasuki tahap akhir.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Jules Abraham Abast, mengatakan petugas telah mengevakuasi 79 korban.

“Dari data yang ada, kami temukan kurang lebih 79 korban. 79 korban itu terbagi di dua rumah sakit, RS Siti Hajar ada 45 korban, kemudian RSUD Sidoarjo ada 34,” ujarnya.

Abast menambahkan, satu korban di RS Siti Hajar meninggal dunia.

“Kami dapat informasi di RS Hajar, yang 45, satu orang korban itu meninggal dunia. Jenasah dalam proses administrasi dan pemulangan,” katanya. (*)