News  

Banjir Longsor di Sumut Berdampak di Empat Kabupaten, Delapan Warga Tewas dan Ribuan Mengungsi

Bencana banjir dan longsor melanda Tapanuli, Sumatera Utara (Sumut). 8 orang meninggal akibat terjangan longsor. (doc/instagram)

MEDAN – Banjir longsor di Sumatera Utara (Sumut) melanda empat kabupaten, yaitu Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan. Ini terjadi setelah cuaca ekstrem berlangsung pada Senin (24/11) dan Selasa (25/11). Laporan Pusdalops BNPB per Rabu (26/11) pukul 07.00 WIB menyebutkan, hujan deras berkepanjangan memicu banjir dan tanah longsor di Sumut.

Di Kota Sibolga, banjir terjadi di Kelurahan Angin Nauli (Kecamatan Sibolga Utara), Aek Muara Pinang dan Aek Habil (Sibolga Selatan). Banjir juga melanda Kelurahan Pasar Belakang dan Pasar Baru (Sibolga Kota). Banjir mengalir deras membawa lumpur, puing bangunan dan sampah, serta merusak rumah dan infrastruktur.

Kota Sibolga juga terjadi longsor dan menerjang Angin Nauli, Simare-mare, Sibolga Hilir, Hutabarangan, Huta Tonga, Sibual-buali, Parombunan dan Aek Mani. Juga di Pancuran Bambu, Pancuran Dewa, Pancuran Kerambil, Pasar Belakang, Pasar Baru, dan Pancuran Gerobak. Satu warga mengalami luka-luka dan mendapatkan perawatan medis. Tiga rumah terdampak, termasuk satu ruko, sementara sejumlah akses jalan terganggu.

8 Orang Meninggal di Tapanuli

Di Kabupaten Tapanuli Selatan, banjir longsor di Sumut menyebabkan delapan warga meninggal dunia, 58 luka-luka, dan 2.851 orang mengungsi. Bencana ini berdampak di 11 kecamatan. Wilayah terdampak adalah Sipirok, Marancar, Batangtoru, Angkola Barat, Muara Batangtoru dan Angkola Sangkunur. Demikian juga dengan Angkola Selatan, Sayur Matinggi, Batang Angkola, Tanah Timbangan, dan Angkola Muaratais.

Di Tapanuli Utara, banjir dan longsor merusak 50 rumah dan memutus dua jembatan. Tim gabungan merekomendasikan jalur alternatif Pangaribuan–Silantom sebagai akses sementara.

Sementara itu, Tapanuli Tengah mencatat 1.902 rumah terdampak banjir di sembilan kecamatan. Mulai dari Pandan, Sarudik, Badiri, Kolang, Tukka, Lumut, Barus, Sorkam, dan Pinangsori. BPBD Tapanuli Tengah bersama tim gabungan mendirikan tenda pengungsian dan menyalurkan bantuan sembako kepada warga.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, PhD mengimbau pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.

“Bagi warga yang tinggal di sekitar lereng perbukitan, bantaran sungai, dan wilayah rawan longsor dapat melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman apabila hujan lebat,” ujarnya di situs resmi BNPB. (*)