BANDUNG BARAT – Tim DVI Polda Jawa Barat berhasil melakukan identifikasi korban longsor Cisarua terhadap 30 jenazah korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Kepolisian menyerahkan seluruh jenazah yang telah teridentifikasi kepada keluarga hingga Selasa (27/1/2026) malam.
Tim SAR gabungan mengevakuasi total 48 kantong jenazah dari lokasi bencana ke posko identifikasi. Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menyatakan, tim DVI masih memeriksa 18 kantong jenazah. Petugas melakukan proses medis dan forensik yang menjadi metode identifikasi seluruh korban longsor di Cisarua.
“Kami sedang melaksanakan kegiatan rekonsiliasi untuk sisa jenazah yang ada dengan membandingkan data post-mortem dan ante-mortem guna memastikan akurasi identitas korban,” ujar Hendra.
Hendra menegaskan Polri berkomitmen menuntaskan proses identifikasi seluruh korban.
“Polri akan memberikan pelayanan maksimal sampai seluruh jenazah dapat teridentifikasi secara valid,” katanya.
Untuk mempercepat pencarian korban yang masih tertimbun material longsor, kepolisian mengerahkan Detasemen Anjing Pelacak (Den K9 SAR). Keberadaan anjing pelacak bisa mempercepat pencarian korban karena petugas terkendala medan berat dan sulit terjangkau alat berat.
“Seluruh sumber daya kami kerahkan secara maksimal, cepat, dan terukur agar proses pencarian efektif,” ujar Hendra.
Hingga Selasa, 27 Januari 2026 pukul 18.45 WIB, operasi pencarian korban dan proses identifikasi forensik masih terus berlangsung di bawah koordinasi tim SAR gabungan. (*)






