JAKARTA – Peredaran uang palsu jelang Lebaran kerap meningkat seiring melonjaknya kebutuhan masyarakat terhadap uang pecahan baru untuk dibagikan kepada keluarga dan kerabat saat Hari Raya Idulfitri. Bank Indonesia (BI) mengingatkan masyarakat agar lebih waspada dan menukar uang melalui jalur resmi.
Tradisi berbagi angpau kepada anak-anak, kerabat, maupun tamu saat Lebaran membuat permintaan uang pecahan kecil meningkat di berbagai daerah. Kondisi tersebut sering menjadi celah bagi oknum tidak bertanggung jawab untuk mengedarkan uang palsu di tengah masyarakat.
Bank Indonesia mengimbau masyarakat menukar uang melalui layanan resmi seperti perbankan atau kas keliling milik bank sentral. Penukaran melalui jalur resmi menjamin keaslian uang, kualitas layak edar, serta nominal yang sesuai tanpa potongan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Sri Darmadi Sudibyo mengatakan pihaknya terus mengedukasi masyarakat untuk mengenali ciri keaslian uang. Yakni menggunakan metode 3D, yaitu dilihat, diraba, dan diterawang.
“Edukasi kepada publik terus kami lakukan, termasuk melalui metode 3D. Ini penting karena Yogyakarta sebagai daerah wisata banyak turis. Sehingga pemahaman ini penting bagi masyarakat untuk mengenali keaslian rupiah,” kata Sri Darmadi, Kamis (5/3/2026).
BI juga memperkuat pengawasan di berbagai pusat aktivitas ekonomi untuk mencegah peredaran uang palsu jelang Lebaran. Masyarakat yang menemukan atau mencurigai adanya uang palsu bisa segera melapor kepada pihak perbankan atau kepolisian terdekat. (*)






