CILACAP – Mayoritas pengungsi korban banjir di Cilacap, sudah kembali ke rumah masing-masing setelah banjir berangsur surut. Jumlah pengungsi yang masih bertahan di tempat pengungsian, juga sudah berkurang drastis.
Sampai dengan Senin (10/10/2022), BPBD Kabupaten Cilacap mencatat tinggal ada 300-an pengungsi yang masih bertahan di tempat ibadah. Mereka merupakan warga Kecamatan Kawunganten, Cilacap.
Banjir yang melanda Kabupaten Cilacap meluas. Semula banjir hanya terjadi di 3 kecamatan pada Jumat (7/10/2022). Memasuki Minggu (9/10/2022), banjir meluas dan melanda 15 kecamatan.
Penyebab banjir karena intensitas hujan yang tinggi selama 2 hari. Mulai Jumat (7/10/2022) hingga Sabtu (8/10/2022) dini hari. Akhirnya banjir menerjang belasan desa di Kabupaten Cilacap dan memaksa sekitar 2500 orang mengungsi ke tempat aman.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cilacap, Gatot Arif mengatakan, mayoritas pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing. Dan hampir semua kecamatan terdampak banjir, kini sudah surut.
Dia mencontohkan banjir di Kecamatan Kroya, Kedungreja dan Sidareja. Air sekarang sudah menghilang dari perkampungan warga. Dan mayoritas pengungsi sudah kembali ke rumah mereka.
“(Banjir) sekarang selesai. Pengungsi sudah kembali ke rumah,” katanya.
Dia mengatakan, genangan tinggal menyisakan di 1 desa di Kecamatan Kawunganten. Di sana masih ada 300-an warga yang masih bertahan di tempat ibadah.
Untuk mendukung keberadaan pengungsi, BPBD Cilacap masih menyiagakan dapur umum, petugas medis dan lainnya. Demikian juga dengan peralatan pendukung yang bisa digunakan sewaktu-waktu untuk mengevakuasi warga.
“Demi keamanan mereka. Sampai jam berapapun kita siapkan karena air masih tinggi di rumah warga,” tegasnya. (*)






