CILACAP – Bencana alam berupa banjir di Desa Binangun Kecamatan Bantarsari Kabupaten Cilacap pada Oktober 2022, terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu bukti adalah lamanya genangan air ini terjadi. Meskipun Desa Binangun merupakan wilayah langganan banjir.
Banjir terjadi akibat hujan deras sejak Jumat (7/10/2022) siang hingga Sabtu (8/10/2002) dini hari. Air bah terjang sejumlah wilayah di Kabupaten Cilacap. Wilayah terdampak paling parah dan masih terasa sampai Sabtu dini hari ada di Kecamatan Kawunganten, Jeruklegi dan Kroya.
Pada Minggu (9/10/2022), sejumlah desa itu tergenang akibat hujan kembali turun. Tercatat ada 15 desa yang tergenang. Dan pada Senin (10/10/2022), beberapa lokasi mulai terbebas dari genangan. Hal ini dimanfaatkan pengungsi untuk pulang ke rumah masing-masing.
Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) MDMC Cilacap menyebutkan, banjir masih terjadi di Desa Binangun Kecamatan Bantarsari.
“Banjir di Dusun Binangun Baru (Desa Binangun) adalah siklus tahunan. Namun siklus banjir tahun 2022 ini yang terbesar yang pernah terjadi. Air sudah menggenang selama 5 hari,” sebut Pusdatin dalam laporan resmi, Selasa (11/10/2022).
Lamanya genangan di sana juga terpengaruh oleh pasang surut perairan laut di pesisir selatan Cilacap. Hingga genangan di sana kemungkinan besar akan tetap berlangsung dan baru akan berakhir saat air laut mulai surut.
“Prediksi banjir masih bertahan mengikuti pasang surut air laut dan curah hujan,” tulis Pusdatin MDMC.
Mayoritas warga tetap bertahan di dalam rumah masing-masing dan enggan mengungsi. Mereka juga mengalami kendala untuk keluar dari genangan karena minimnya perahu. Sejumlah warga mulai mengeluhkan sakit gatal-gatal.
BPBD Kabupaten Cilacap menyebut, banjir juga menggenangi desa lain di Kecamatan Bantarsari, yakni Desa Rawajaya. Tinggi genangan di 2 desa ini antara 10 cm hingga 60 cm. Sementara warga terdampak 768 jiwa dan 45 diantara adalah balita. (*)






