News  

Pj Bupati Siapkan Relokasi. Untuk Korban Tanah Bergerak

Pj Bupati Cilacap, Yunita Diah Suminar saat keluar dari rumah rusak akibat tanah bergerak di Desa Bantar Kecamatan Wanareja, Senin (8/5/2023). Pj siapkan relokasi bagi warga korban tanah bergerak. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Pj Bupati Cilacap, Yunita Diah Suminar siapkan rencana relokasi bagi warga korban tanah bergerak di Desa Bantar Kecamatan Wanareja. Relokasi ini akan menjadi pilihan terbaik jika sudah ada rekomendasi terkait kelayakan lokasi yang terdampak tanah bergerak.

Tanah bergerak di Desa Bantar Kecamatan Wanareja, mengakibatkan 15 rumah warga rusak. Akibat kejadian ini, 9 keluarga terpaksa mengungsi ke tempat aman. Beberapa warga mengungsi ke rumah tetangga terdekat yang masih relatif aman dari bencana alam berupa tanah bergerak tersebut.

Bencana ini berawal dari hujan deras turun pada Jumat (5/5/2023) sore hingga Sabtu (6/5/2023) dini hari. Saat kejadian, warga sempat merasakan ada suara seperti kayu patah. Saat pagi hari, tanah di pekarangan dan jalan kecil nampak terbelah. Panjang rekahan ini sepanjang kurang lebih 150 meter dengan lebar ada yang mencapai 50 cm. Sementara kedalaman maksimal ada yang mencapai 1 meter.

Pj Bupati Cilacap, Yunita Diah Suminar sudah siapkan relokasi jika lokasi tanah bergerak ini tidak aman. Nantinya akan ada langkah awal berupa assesment atau penelitian secara ilmiah.

“Kita pastikan dengan assesment di lokasi tanah bergerak. Jika hasilnya tidak layak, kita harus cari tempat yang aman,” katanya, saat meninjau lokasi tanah bergerak di Desa Bantar, Senin (8/5/2023).

“Tadi saya sudah ketemu warga. Prinsipnya warga bersedia pindah sepanjang (lahan) disediakan pemerintah,” tambahnya.

Menurutnya, relokasi bagi warga setempat harus ada landasan yang kuat. Yakni adanya assesment melalui kajian ilmiah. Biasanya, kajian seperti ini melibatkan tim ahli dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Dia menilai, masih ada kemungkinan terjadi tanah bergerak susulan. Ini dengan melihat penyebab, kontur tanah dan kondisi geografis yang berada di perbukitan. Selain itu, wilayah tersebut juga pernah bergerak pada 1982.

“Kita harus lihat. Sejak 82 tanah di sini diam. Tapi sekarang gerak lagi,” katanya.