CILACAP – Salah satu penyebab banjir di Desa Tarisi Kecamatan Wanareja, Cilacap karena ada saluran pembuangan atau affur yang berukuran besar dan ambruk. Parahnya lagi, saluran ambruk ini dengan desain tertutup. Yakni bagian atas ada lapisan tanah untuk menutup. Panjang saluran tertutup ini mencapai 180 meter.
Dan lokasi saluran pembuangan yang ambruk ini justru berada tidak di Desa Tarisi. Namun justru di tetangga desa, tepatnya Cilongkrang. Dan di sana, ada ruas jalan yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Cilacap dan melintas di atas saluran tersebut.
Setidaknya, sudah 3 kali saluran pembuangan ini ambruk dan menyebabkan banjir. Lokasinya juga selalu sama, yakni di Desa Cilongkrang. Hingga air kemudian terjebak di 3 dusun di Desa Tarisi. Genangan di sana baru hilang setelah ada perbaikan terhadap saluran tersebut.
Kepala Desa Tarisi, Jasimin mengatakan, lokasi saluran ambruk berada di Desa Cilongkrang. Namun imbas terbesar berupa banjir terjadi di Desa Tarisi.
“Penyebabnya ya itu tadi. Ada saluran yang ambruk,” kata dia.
Mengatasi hal ini, pihaknya mengusulkan agar ada perbaikan konstruksi drainase yang akan memudahkan jika terjadi sumbatan. Sekaligus bisa mengakomodir jalan kabupaten yang ada di sana.
“Bisa saja dibangun jembatan agar lalu lintas tidak terganggu dan air tetap lancar,” katanya.
Ketua DPRD Cilacap, Taufik Nurhidayat menilai, saluran ini sebaiknya dirombak menjadi terbuka. Dengan demikian akan lebih mudah dalam pemantauan. Karena panjangnya mencapai 180 meter dengan lebar 8 meter.
“Jika ada kayu yang nyangkut, warga akan lebih mudah membantu,” katanya.
Terkait usulan jembatan, pihaknya akan berkoordinasi dengan BBWS Citanduy sebagai pemilik saluran. Nantinya akan membahas siapa yang berwenang membangun jembatan tersebut.
“Kalau memang kewenangan ada di pusat, tentu akan lebih mudah karena anggaran lebih besar. Kalau di kabupaten, tentu akan kita bangun,” katanya.(*)






