ABK Filipina Tinggal 6. Menunggu Hasil Swab

  • Bagikan
Kapal Hilma Bulker yang diawaki ABK Filipina sandar di Pelabuhan Cilacap. Masih tersisa 6 ABK dalam perawatan medis di RSUD Cilacap. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Jumlah Anak Buah Kapal (ABK) Filipina yang terpapar Covid19 varian baru, kini menyisakan 6 orang saja. Sebelumnya mereka ada 14 orang yang terpapar dan 1 diantaranya sudah meninggal dunia. Jenasah ABK ini lalu dikremasi dan dikirimkan ke keluarganya di Filipina.

Direktur RSUD Cilacap, dr Moch Ilyas Riyanto mengatakan, ke 6 ABK ini masih dalam perawatan petugas medis dan ditempatkan di ruang isolasi.

“Masih ada 6 yang kita rawat,” katanya, Jumat (28/5/2021).

Rian menambahkan, saat ini kondisi ke 6 ABK stabil dan tidak ada tanda-tanda keluhan apapun. Apalagi gejala yang menunjukkan penurunan atau memburuk. Selain itu, mereka juga dipantau terus menerus oleh petugas medis.

“Kondisi stabil, tidak ada keluhan,” katanya.

Riang mengaku masih harus menunggu hasil swab atas para ABK Filipina ini. Jika hasilnya negatif, maka mereka akan segera dipulangkan. Ini sesuai dengan standar dan ketentuan Kementerian Kesehatan RI dimana pasien terpapar Covid19 varian baru, harus menjalani swab dan hasilnya harus negatif.

“Masih nunggu hasil swab. Kalau negatif bisa dipulangkan,” kata dia.

Terkait urusan pemulangan, lanjutnya akan ditangani oleh agen para ABK. Perlu diketahui, seluruh ABK bernaung di bawah agen dan bisa ditempatkan di berbagai kapal. Terutama untuk kapal kargo atau barang yang sering berlayar antar negara.

“Kepulangan mereka diurus agensi,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, 14 ABK KM MV Hilma Bulker dinyatakan terpapar Covid19. Berdasarkan laporan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas IIA Cilacap dan RSUD Cilacap, kapal bermuatan gula rafinasi bertolak dari India, pada 14 April 2021, dan sampai di Cilacap pada 25 April 2021, pukul 16.00 WIB. Kemudian dilakukan pemeriksaan kekarantinaan kesehatan oleh petugas KKP Kelas II Cilacap.

Hasilnya, keadaan umum ABK tampak sehat, namun saat dilakukan rapid antigen terhadap 20 orang ABK, tiga orang diantaranya hasilnya positif. Selanjutnya dilanjutkan pengambilan specimen untuk pemeriksaan PCR dikirim ke RS Pertamina Cilacap (RSPC). Hasil pemeriksaan PCR dari tiga ABK tersebut dinyatakan terkonfirmasi positif, dan hasilnya diketahui pada 26 April 2021, pukul 17.14 WIB.

Selanjutnya Boarding Officers KKP Kelas IIA Cilacap melakukan pengambilan sampel genome 3 ABK yang terkonfirmasi positif tersebut. Sampel tersebut dikirim ke Balitbangkes Kemenkes RI.

RSUD Cilacap kembali melakukan pemeriksaan specimen PCR secara bertahap pada tanggal 30 April – 4 Mei 2021 kepada ABK lainnya. Hasilnya ada tambahan 10 orang yang terkonfirmasi positif, sehingga jumlah total ada 13 terkonfirmasi positif. Para ABK ini selanjutnya dilakukan perawatan dan isolasi di RSUD Cilacap.

Selang beberapa hari kemudian, ada tambahan 1 ABK yang dinyatakan positif dan harus diisolasi di RSUD Cilacap. Hingga akhirnya ada 14 ABK yang menjalani perawatan di sana.

Dan pada Selasa (11/5/2021), satu ABK berinisial DRQ (50) dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif. DRQ sebelumnya kritis selama beberapa hari hingga menghembuskan nafas terakhir, sekitar pukul 02.25.

“Seorang ABK kapal asing yang terkonfirmasi positif Covid-19 meninggal dunia, setelah mendapatkan perawatan di RSUD Cilacap sejak tanggal 30 April 2021,” ujar,” ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap, Farid Ma’ruf. (*)

  • Bagikan