News  

Abrasi Ancam Hanyutkan Rumah

Abrasi Sungai Cileumeuh membuat 1 rumah warga nyaris hanyut dan 4 rumah lainnya terancam. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Abrasi Sungai Cileuemuh ancam hanyutkan 1 rumah warga Desa Rejodadi Kecamatan Cimanggu, Cilacap. Rumah ini nyaris ambruk karena pekarangan hanyut akibat abrasi Sungai Cileumeuh. Rumah yang ada di Dusun Nusadadi tersebut, kini berdiri tepat di bibir tanggul sungai.

Abrasi Sungai Cileumeuh yang menjadi pembatas Kecamatan Cimanggu dan Majenang ini terjadi karena hujan deras yang membuat debit sungai naik drastis. Hingga tiap musim hujan, selalu ada kejadian rumah rusak atau ambruk. Selain itu juga abrasi kerap ancam hanyutkan rumah warga di kedua sisi sungai.

Sekretaris Desa (Sekdes) Rejodadi, Indra Nur Agustin mengatakan, pondasi rumah ini tepat berada di bibir sungai akibat abrasi. Selain itu, 4 rumah warga lainnya terancam akibat terjangan abrasi.

“Abrasi sampai ke pondasi. Selain rumah ini, juga ada 4 rumah lainnya yang terancam,” kata Sekdes, Jumat (11/2/2022).

Dia mengatakan, rumah warga tersebut belum sempat dihuni oleh pemiliknya. Penyebabnya karena abrasi sungai terjadi sepanjang musim penghujan.

“Rumah ini belum sempat ditempati,” kata dia.

Kepala Desa Rejodadi, Anto Suwanto mengatakan, pihaknya sudah mengajukan penangganan abrasi Sungai Cileumeuh sejak 2019 lalu. Namun demikian, usulan ini belum ada kabar lebih lanjut. Usulan ini karena abrasi sungai selalu memunculkan dan ancam hanyutkan rumah warga.

“Usulan kita ajukan ke BBWS Citanduy. Tapi kita paham, setelah itu ada pandemi hingga banyak usulan yang tertunda,” kata dia.

Anto menambahkan, kejadian tersebut juga sudah dia laporkan ke instansi terkait. Mulai dari BPBD Kabupaten Cilacap hingga BBWS Citanduy. Dia berharap agar ada penangganan permanen karena titik ini sangat rawan terjadi abrasi. Dia mencontohkan, pada 2019 masih halaman di rumah tersebut dengan panjang sekitar 10 meter.

“Dulu masih ada halaman sekitar 10 meter dari sungai. Sekarang sudah habis,” tegasnya. (*)