News  

Abrasi Sungai Cileumeuh Kian Parah

Abrasi Sungai Cileumeuh di Desa Cilopadang Kecamatan Majenang, Cilacap, kian parah dan membuat jalan desa terancam putus. (doc)

CILACAP – Abrasi Sungai Cileumeuh yang membatasi Kecamatan Cimanggu dan Majenang, kian bertambah parah. Akibatnya, belasan rumah warga dan jalan desa lenyap akibat abrasi sungai tersebut.

Abrasai ini sudah mulai terjadi sekitar 1997. Warga mulai mengeluhkan luas tanah di tepi sungai menyusut drastis. Lambat laun, sungai bergeser ke arah barat.

Kejadian paling parah terjadi saat jalan di Desa Cilopadang Kecamatan Majenang, putus total akibat gerusan sungai. Setelah itu, sejumlah rumah warga terancam ambruk.

“Ini sudah terjadi sejak sebelum krisis moneter (1998) lalu,” ujar Saryono, warga Desa Cilopadang, Jumat (11/3/2022).

Dan abrasi sungai ini kembali terjadi pada 10 Februari 2022 dan bikin kerusakan bertambah parah. Abrasi kembali memakan bahu dan badan jalan penghubung antar dusun di Desa Cilopadang. Selain itu, 1 rumah warga Desa Rejodadi Kecamatan Cimanggu juga nyaris ambruk dan 4 lainnya terancam.

Akibat kejadian ini, sejak seminggu terakhir warga menggelar kerja bakti untuk menyelamatkan jalan. Caranya dengan memasang bambu sebagai pancang. Kegiatan ini juga melibatkan sebagian warga Desa Rejodadi.

“Sudah seminggu ini warga kerja bakti,” ujar Sekretaris Desa Cilopadang, Dodo Hantoro.

Dia mengatakan, pihaknya sudah sejak lama mengusulkan perbaikan Sungai Cileuemujh agar menghindarkan warga dari dampak abrasi yang sangat parah. Namun sampai sekarang, usulan ini belum ada kabar lebih lanjut.

“Dari dulu sudah kita usulkan agar abrasi ini jangan terus-terusan terjadi,” kata dia.

Dia menambahkan, pada 2010 lalu sempat muncul rencana untuk melakukan penguatan tebing sungai. Namun rencana ini gagal karena anggaran dialihkan untuk perbaikan bendung Cileumeuh yang ambruk.

“Mungkin karena bendung ini lebih vital karena mengaliri 6 desa hingga penguatan tanggul berhenti. Sampai sekarang,” tegasnya. (*)