News  

Akses ke Lokasi Longsor Mulai Terbuka

1 dari 3 alat berat nampak membersihkan sisa longsor. Sepekan pasca longsor, akses di Dusun Citulang Desa Kuta Bima Kecamatan Cimanggu, Cilacap mulai terbuka. (doc)

CILACAP – Akses ke lokasi tanah longsor di Dusun Citulang Desa Kuta Bima Kecamatan Cimanggu, Cilacap mulai terbuka. Sejumlah pihak mengirimkan alat berat untuk mengeruk timbunan material tanah yang menutup jalan dan menghancurkan rumah warga.

Longsor terjadi pada Kamis (31/3/2022) dan mengakibatkan kerusakan hebat bagi infrastruktur berupa jalan desa. Mayoritas jalan ini tertutup lumpur material longsor dan menyulitkan lalu lintas warga. Termasuk untuk mengevakuasi warga yang terjebak di lokasi tanah longsor.

Proses evakuasi warga cukup dramatis karena akses untuk keluar masuk lokasi, tertutup tanah longsor. Terutama di titik 2 dan 3 yang memaksa petugas dan relawan harus menggotong sejumlah warga terutama lansia untuk menyeberangi tumpukan longsor.

Dan sepekan pasca bencana tersebut, warga bisa lebih mudah beraktifitas setelah akses ke lokasi tanah longsor mulai terbuka. Setidaknya memudahkan mereka untuk bisa menjangkau titik ke 4. Karena rumah rusak ada di jalur tersebut, tepatnya mulai dari titik 2 hingga seterusnya.

Informasi yang diterima menyebutkan, akses sudah kembali terbuka setelah setidaknya ada 3 alat berat bekerja di sana. Masing-masing berasal dari BBWS Citanduy, Kantor Pengawas Jalan Nasional dan Dinas PUPR Kabupaten Cilacap. 2 dari 3 alat berat tersebut bekerja di titik 2. Sementara satu alat lagi bekerja keras untuk membersihkan puing dan sisa longsor di titik 3.

Kepala Pelaksana BPBD Cilacap, Wijonardi mengakui, titik pertama memang sudah bisa dilalui sejak Senin (4/4/2022). Namun titik ke 2 dan 3 masih harus mendapatkan perhatian.

“Titik pertama sudah bisa dari Senin kemarin,” kata Wijonardi.

Dia mengakui, pembukaan akses di titik 2 dan 3 memang butuh tenaga ekstra. Karena tumpukan material tanah sangat tebal di atas permukaan jalan. Titik ini yang kemudian merusak 3 rumah warga dan menutup aliran Sungai Cireueuy hingga muncul banjir bandang.

“Titik ini memang butuh kerja keras,” tegasnya. (*)