Anak Stunting Justru Berpusat di Kota Cilacap

Pj Bupati Cilacap, Yunita Diah Suminar saat berbincang dengan salah satu ketua RT RW, Rabu (30/8/2023). Pj Bupati Cilacap mengakui kasus anak stunting lebih banyak di daerah kota. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Wilayah pusat kota Cilacap, justru lebih banyak anak stunting. Hal ini terbalik dengan anak di pedesaan. Prosentase anak kerdil atau stunting di desa justru lebih sedikit.

Stunting merupakan masalah tumbuh kembang anak yang tidak sesuia dengan umur mereka. Karena pada periode umur tertentu, anak harus sudah punya berat dan tinggi badan sesuai standar. Pada anak kerdil atau stunting, gangguan muncul pada berat dan tinggi badan yang tidak sesuai umur mereka.

Pj Bupati Cilacap, Yunita Diah Suminar mengakui, wilayah Cilacap kota lebih banyak ada kasus anak stunting. Sementara kasus di pedesaan justru lebih sedikit.

“Secara global dalam hal ini kelurahan dan desa, malah kota yang banyak,” katanya usai Pembinaan Ketua RT RW se Kecamatan Majenang untuk Penanganan Stunting, Rabu (30/8/2023).

Dia mengatakan, anak stunting terpengaruh oleh banyak faktor. Seperti masalah ekonomi, pengetahuan, pola asuh dan pola makan yang kurang tepat. Khusus wilayah kota Cilacap, penyebab utama karena pola asuh dan pola makan yang kurang tepat.

“Faktornya bukan karena finansial. Tapi karena pola asuh,” katanya.

“Di kota ibunya lebih banyak bekerja, anak jadi tidak ada yang momong. Sehingga memberi makan ngga sebagus ibu-ibu di desa yang tidak bekerja. Meski secara pengetahuan, ibu-ibu di kota lebih pinter,” katanya.

Pj menjelaskan, kasus anak stunting di Cilacap berdasarkan survey SSGI mencapai 17 persen dari jumlah balita yang mencapai 4494. Namun saat penimbangan serentak beberapa waktu lalu, jumlahnya ternyata jauh lebih sedikit. Dia mengklaim kasus anak stunting di Cilacap hanya 4 persen.

“Hanya empat (koma) sekian persen,” katanya.

Dia berharap agar pembinaan ketua RT RW memberikan dorongan dan edukasi kepada peserta. Hingga ketua RT dan RW bisa menjelaskan kepada masyarakat, terutama keluarga yang punya anak stunting.

“Tentu penjelasan dengan cara mereka,” tegasnya. (*)