News  

Angin Ribut Hajar 31 Rumah Warga

Warga membersihkan puing pasca angin ribut, Selasa (15/11/2022). Angin ribut ini hajar 31 rumah warga di Kecamatan Bantarsari dan Wanareja. (doc)

CILACAP – Bencana angin ribut hajar 31 rumah warga di 2 kecamatan berbeda, Selasa (15/11/2022). Yakni Kecamatan Bantarsari dan Wanareja, Cilacap. Angin ini bertiup sangat kencang hingga membuat kerusakan pada rumah warga. Angin ribut ini berbarengan dengan hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Cilacap.

Pasca kejadian, warga langsung bekerja bakti memperbaiki rumah usai yang rusak. Mereka memperbaiki atap dengan bantuan tetangga sekitar.

Di Kecamatan Bantarsari, angin ribut ini hajar 7 rumah warga di Bantarsari, Rawajaya dan Bulaksari. Sejumlah rumah rusak di bagian atap yang terbang akibat kencangnya tiupan angin. Ada juga rumah rusak akibat tertimpa pohon tumbang.

Camat Bantarsari, Hari Winarno memastikan, tidak ada korban atas kejadian ini. Namun demikian rumah warga rusak akibat tiupan angin ribut.

“Ada warga yang mengalami kerugian akibat perabot ikut rusak,” kata dia.

Kondisi serupa juga terjadi di Desa Purwasari dan Cilongkrang Kecamatan Wanareja, Cilacap. Atap rumah rata-rata rusak atau terbang akibat angin ribut. Namun tidak ada rumah yang mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon atau sejenisnya.

Tercatat ada 5 rumah warga rusak di Desa Cilongkrang. Sementara di Desa Purwasari ada 19 rusak.

Kepala Desa Purwasari Kecamatan Wanareja, Cilacap, Ahmad Yunal mengatakan, kerusakan rumah warga masuk kategori ringan.

“Kategorinya rusak ringan. Misalnya atap atau asbes yang terbang kena angin ribut,” katanya.

Dia mengatakan, kejadian angin ribut dan hajar rumah warga hingga rusak rumah itu, berbeda dari kejadian beberapa tahun lalu. Biasanya, angin berputar dari selatan menuju utara desa lalu berbelok ke arah timur. Hingga biasanya ada rumah warga di Kecamatan Cipari yang terdampak.

Namun kejadian pada Selasa (15/11/2022) sore itu. Angin ribut justru bergerak lurus ke arah utara hingga hajar rumah warga di Desa Cilongkrang.

“Arah agak berbeda. Tapi tetap merusak karena sama-sama kencang,” katanya. (*)