News  

Aparat Jaga Ketat Rumah Ahmad Sahroni di Tanjung Priok

Saat ini, warga dan aparat secara aktif menjaga rumah pribadi politisi Partai NasDem, Ahmad Sahroni, di Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara.(doc)

JAKARTA – Saat ini, warga dan aparat secara aktif menjaga rumah pribadi politisi Partai NasDem, Ahmad Sahroni, di Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Selain itu, mereka melarang sembarang orang masuk ke lokasi itu untuk menjaga keamanan.

Berdasarkan pantauan, warga tidak hanya berjaga; mereka juga memasang spanduk bernada peringatan.

“Dilarang masuk, kecuali warga RT 06-RT 08. Kami tidak ingin kenyamanan terganggu,” bunyi spanduk yang dipasang warga pada Selasa (2/9).

Selain itu, warga memasang dua spanduk persis di ujung gang yang mengarah ke rumah Sahroni. Di dekat spanduk itu, aparat jaga ketat bersama warga memastikan semua orang mematuhi aturan.

Ketika wartawan mendekati untuk wawancara, warga memberitahu secara tegas bahwa gang menuju rumah Sahroni tertutup untuk umum.

“Sekarang nggak bisa ya. Kami mohon pengertiannya,” ungkap salah seorang warga yang berjaga

Aparat Jaga Ketat Pantau Rumah Sejak Kemarin

Selain itu, berdasar informasi yang beredar, warga dan aparat jaga ketat rumah Sahroni sejak kemarin (2/9). Dari kejauhan, beberapa polisi memantau rumah tersebut dengan seksama.

Kemudian, mobil patroli kepolisian melintas keluar dari gang rumah. Warga sekitar juga membenarkan bahwa aparat jaga ketat rumah Sahroni terus memantau keamanan sejak kemarin.

Selain itu, warga menyampaikan bahwa masjid di sekitar rumah Sahroni menjadi lokasi pengembalian beberapa barang yang sempat dijarah pada Sabtu (30/8), termasuk jam tangan mewah Richard Mille seharga belasan miliar.

Barang mewah itu sudah dikembalikan ke pemiliknya. Ketika dikonfirmasi, Lurah Kebon Bawang, Suratno Widodo, menjelaskan bahwa pihak kelurahan tidak menerima pengembalian barang hasil jarahan.

“Kelurahan tidak ada kegiatan penerimaan atau pengembalian barang jarahan,” ungkap dia.

Selain itu, Suratno menegaskan bahwa pihaknya hanya memantau kegiatan rutin, seperti kebersihan. Ia menambahkan bahwa warga menjaga lingkungan secara mandiri, sementara komunikasi dengan Sahroni belum terjadi.

“Untuk penjagaan dilakukan mandiri oleh warga. Sampai hari ini, kami belum menerima komunikasi atau koordinasi dari Sahroni,” ujarnya. (*)