News  

ART Cilacap Alami Penyiksaan dari Majikan di Yogya

IR, ART asal Cilacap yang mengalami penyiksaan oleh majikannya di Yogyakarta. Dinas KB PP dan PA Cilacap mendampingi korban dan sudah membawanya ke kepolisian di Yogyakarta untuk melaporkan kasus ini. (doc)

CILACAP – Asisten Rumah Tangga atau ART asal Cilacap berinisial IR, alami penyiksaan hingga kemudian mendapatkan pengusiran dari majikan perempuan di tempat kerjanya di Yogyakarta. Tidak hanya itu, sang majikan mengusir IR tanpa uang sepeserpun meski sudah bekerja sejak Januari.

IR keluar dari rumah majikan akibat pengusiran pada 11 April 2022. Tubuhnya ada luka sementara bajunya sobek. Dia terpaksa meminta bantuan warga di sekitar Pasar Godean. Warga setempat lalu memberikan ongkos pulang ke Cilacap serta baju bekas karena bajunya sobek bekas digunting sang majikan.

Akhirnya dia bisa pulang ke rumahnya di Kecamatan Majenang pada Selasa (12/4/2022) dini hari. Selasa sore, keluarga langsung membawa IR berobat ke salah satu tenaga medis di sana.

Kepala Dinas KB, PP dan PA Drs Budi Santoso mengatakan, korban mengalami luka akibat tindak kekerasan majikan perempuan. Ini terjadi sejak 3 minggu terakhir. Majikan menyiksa IR tiap kali dia melakukan kesalahan. Korban beberapa kali mendapatkan pukulan, dorongan hingga jatuh hingga disiram air panas.

Dinas pada 16 April 2022 sudah mengirimkan tim untuk memberikan dukungan mental dan memintanya bisa melaporkan kejadian ini ke aparat penyidik. Tim yang terlibat antara lain Citra Cilacap, Lakpesdam dan Fatayat NU Cilacap serta tim penyidik Polsek Majenang.

“Pertemuan kita lakukan pada 16 April di kantor Koordinator Dinas KB Majenang. Ada tim dari Citra, penyidik, Lakpesdam dan Fatayat NU. Korban kita hadirkan bersama keluarga dan perangkat desa,” kata Budi melalui siara pers, Selasa (19/4/2022).

Dia mengatakan, korban juga sudah mendapatkan pemeriksaan di RSUD Majenang sekaligus meminta visum. Selain itu, pihaknya sudah meminta agar penyidik dari Polsek Majenang untuk menerbitkan pengantar visum et repertum.

“Korban sudah kita dampingi bersama tim ke Kepolisian Jogjakarta karena delik locus-nya memang di sana,” tegasnya. (*)