News  

Awas. Musim Penghujan Rawan DB

Musim penghujan memunculkan kerawanan DB. Warga harus lebih sering membersihkan lingkungan agar tidak ada tempat nyamuk bersarang dan bertelur. (doc)

CILACAP – Musim penghujan membuat rawan munculnya penyebaran DB atau Demam Berdarah. Di awal 2022 ini, sudah ada puluhan warga terjangkit DB di Kecamatan Majenang, Cilacap. Selama musim ini, peredaran dan perkembangan nyamuk naik lebih banyak dari pada musim kemarau.

Saat musim penghujan dan menimbulkan kondisi rawan DB karena keberadaan air permukaan bertambah. Terlebih di daerah yang banyak ada penampungan air dan menjadi lokasi terbaik nyamuk untuk bertelur. Dari telur ini kemudian menjadi jentik dan segera menjadi nyamuk dewasa.

Kepala Puskesmas Majenang 2, Nunung Tri Susilowati mewanti-wanti agar masyarakat lebih siaga menghadapi serangan DB saat musim hujan karena memang sangat rawan.

“Sangat rawan sekali terjadinya penyebaran DB saat musim penghujan,” kata Nunung.

Karena itulah, dia meminta agar masyarakat lebih meningkatkan kebersihan lingkungan. Caranya dengan segera membersihkan tempat-tempat penampungan air dan lebih sering dari pada biasanya.

Termasuk Pemberantasan Sarang Nyamuk atau PSN. Kegiatan PSN ini sering dilakukan warga melalui agenda bersih lingkungan tiap pekan.

Namun dia meminta agar agenda ini lebih sering dilakukan lagi dengan melibatkan warga lebih banyak. Dengan demikian, makin luas wilayah yang terjaga kebersihan akan membawa dampak lebih baik. Ini karena dengan melihat daya jangkau atau terbang nyamuk aedes aegipty yang relatif luas.

“Semakin luas wilayah yang bersih, tentu makin baik,” kata dia.

Kecamatan Majenang sejak 2010 lalu sudah masuk daerah endemi DB. Artinya, kasus penyebaran di sana acap kali berasal dari warga setempat dan bukan kasus impor atau datang dari luar daerah. (*)