Azwar, WNI Meninggal di Kamboja Ternyata Korban Penipuan, Dijanjikan Jadi Penyanyi

Proses pemakaman Azwar di kampung halamanya di Asahan, Sumatera Utara. Dia tidak hanya TKI ilegal, tapi juga korban perdagangan orang dan dipaksa bekerja sebagai admin scammer di Kamboja. (doc)

JAKARTA – Kisah tragis Azwar, pekerja migran ilegal asal Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, mengungkap fakta baru. WNI korban penipuan di Kamboja ini awalnya dijanjikan pekerjaan sebagai penyanyi di Malaysia.

Namun WNI ini malah menjadi korban penipuan dan menjadi obyek perdagangan orang hingga membawanya di Kamboja. Di sana, dia harus bekerja sebagai admin perusahaan penipuan daring (scammer). Azwar mengalami penyiksaan setiap kali gagal mencapai target korban scammer.

Tidak tahan kekerasan tersebut, Azwar mengakhiri hidup dengan melompat dari lantai tiga sebuah gedung di kota Chrey Thum, Provinsi Kandal.

Sebelum kematiannya, WNI korban penipuan dan harus bekerja di Kamboja ini sempat melakukan panggilan video kepada keluarganya. Dia untuk meminta uang tebusan sebesar Rp40 juta.

Setelah hampir dua bulan proses panjang, jenazahnya akhirnya tiba di tempat kelahirannya. Pada Jumat, 8 Agustus 2025, jenazah tiba di rumah duka di Bunut Kisaran Barat, Kabupaten Asahan. Pengiriman jenasah menggunakan pesawat kargo Malaysia Airlines dari Kamboja ke Bandara Kualanamu. Tangis keluarga pecah saat membuka peti jenazah.

Staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh, Dani Ifan, yang mengantar jenazah, menyatakan Azwar meninggal akibat cedera kepala parah. KBRI sudah berkomunikasi dengan keluarga sejak menerima informasi dari pihak Kamboja, termasuk memastikan penanganan jenazah.

KBRI juga meminta kepolisian setempat menginvestigasi kematian Azwar dan menuntut pihak terkait bertanggung jawab.

“Setelah proses hampir dua bulan, pengelola gedung tempat Azwar meninggal bersedia menanggung biaya pemulangan jenazah dan memberikan santunan kepada keluarga,” kata Dani. (*)