Banjir Bandang Ancam Wanareja

  • Bagikan
Bukit terjal di Dusun Ciherang Desa Limbangan Kecamatan Wanareja, Cilacap, longsor dan menutup Sungai Ciherang. Hal ini menimbulkan ancaman banjir bandang. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Banjir bandang mengancam perkampungan warga Desa Limbangan Kecamatan Wanareja, Cilacap. Penyebabnya karena tebing di aliran Sungai Ciherang, ambruk dan menutupi aliran air sungai tersebut pada Senin (1/11/2021).

Sampai Rabu (3/11/2021), material tanah longsor masih tetap bergerak aktif dan menambah volume yang menutup aliran sungai tersebut.

Kepala Desa Limbangan Kecamatan Wanareja, Cilacap, Harsono mengatakan, tinggi tebing longsor ini mencapai 150 meter dan lebar sdekitar 100 meter.

“Tingginya 150 meter dan lebar sekitar 100 meteran,” ujar Harsono.

Saat kejadian, warga setempat mendengar suara bergemuruh sangat keras hingga membuat mereka ketakutan. Warga baru mencari sumber suara pada pagi hari dan mendapati aliran sungai sudah tertutup tanah longsor.

Menurutnya, pada Selasa (2/11/2021), hujan kembali mengguyur desa tersebut dan memperburuk lapisan tanah longsor. Akibatnya, material bertambah tinggi dan praktis air tidak bisa mengalir ke hilir.

“Kemarin hujan di atas dan sekarang tambah parah,” kata dia.

Dia mengatakan, aliran tanah longsor ini menutup cek dam atau embung di Sungai Ciherang. Jarak antara lokasi longsor dengan embung sangat dekat.

Dia mengkhawatirkan akan terjadi longsor susulan dengan adanya potensi hujan deras.

“Kemungkinan besar akan terjadi longsor susulan. Jika ini terjadi, embung akan jebol dan material longsor akan terbawa ke hilir,” kata dia.

PPK OP 2 BBWS Citanduy, Hahya Yoshualender menambahkan, pihaknya sudah mengirim petugas untuk mensurvey lokasi. Tujuannya untuk memastikan perkembangan terbaru di lokasi kejadian.

“Hari ini kita survey kembali. Karena dari (perangkat) desa belum berani masuk ke sana karena masih aktif bergerak. Orang belum berani masuk,” katanya, Rabu (3/11/2021).

Dia mengatakan, ancaman banjir bandang di sana sangat besar. Tebing-tebing di gunung dan terjadi longsor itu sudah menutup alur Sungai Ciherang. Jika terjadi longsor susulan, material tanah akan menumpuk hingga terbentuk bendung alami.

“Bendung ini akan menampung air lebih besar saat hujan. Bendung sewaktu-waktu bisa jebol dan terjadi banjir bandang,” tegasnya. (*)

  • Bagikan