News  

Banjir Genangi Rumah Warga Desa Tarisi

159 rumah warga Desa Tarisi Kecamatan Wanareja, Cilacap tergenang banjir. Penyebabnya karena meluapnya affur setelah tersumbat akuaduk ambruk di Desa Cilongkrang. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Banjir genangi rumah warga di Desa Tarisi Kecamatan Wanareja, Cilacap. Sebanyak 159 rumah warga di sana tergenang sejak 4 hari terakhir. Banjir mulai genangi rumah warga pada Senin (10/1/2022) malam usai hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama kurang lebih 2 jam.

Banjir di desa ini genangi rumah warga di 4 dusun. Yakni Dusun Rangkasan, Sidadadi, Cikaronjo dan Meluwung. Wilayah terdampak paling parah adalah Dusun Rangkasan dengan 97 rumah tergenang. Sementara di Dusun Sidadadi ada 35 rumah tergenang, Cikaronjo (25) dan Meluwung (2).

Kepala Dusun Rangkasan, Agus mengatakan, air mulai masuk ke perkampungan dan rumah warga pada Senin malam. Menjelang pagi, hampir semua rumah warga dusun itu tergenang air. Sementara jalan desa semuanya tertutup genangan air.

“Banjir terjadi setelah hujan deras selama 2 jam,” kata dia, Kamis (13/1/2022).

Kepala Desa Tarisi, Jasimin mengatakan, banjir terjadi karena sumbatan di affur akibat ambruknya akuaduk di Desa Cilongkrang. Bangunan ambruk ini seolah menjadi bendungan dan menghambat aliran air di affur tersebut.

“Air terbendung talang (akuaduk) yang ambruk hingga rumah warga di sini langsung tergenang,” kata dia.

Faktor lainnya karena affur sudah sangat dangkal akibat endapan lumpur. Tiap kali hujan turun, selalu membawa lumpur dari arah pegunungan hingga membuat sarana pembuangan air menuju Sungai Cibeureum ini bertambah dangkal. Sementara pengerukan terakhir terjadi 3 tahun lalu.

“Affur sudah sangat dangkal. Kedua faktor ini membuat banjir kembali terjadi,” katanya.

Dia mengatakan, desa sudah mengajukan bantuan alat berat ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy untuk mengeruk affur tersebut. Rencananya alat berat ini akan mulai bekerja pada Jumat (14/1/2022).

“Malam ini langsung meluncur. Kemungkinan sampai sini (jumat) pagi,” teghasnya. (*)